Naga Bocah Viral, Kini Sudah Tenang Bersama Ibunya Ditampung di Liponsos Dinsos Pemkot Malang

MALANG – Kondisi terakhir Naga dan ibunya Siti yang sempat viral lantaran bocah seusia 8 tahun warga jl Borobudur lVb Kec Blimbing Malang ini harus menghidupi ibunya yang sakit akibat kecelakaan dengan cara ngemis dan ngamen itu, kini sudah aman dalam perlindungan Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial Kota Malang .

Setelah viral di berbagai medsos lokal Malang serta perhatian khusus dari Walikota Malang dan Dinas terkait, berbagai perhatian langsung diberikan kepada Naga dan ibunya Siti Aisyah.

Dampak kunjungan Walikota Malang membuat Siti Aisyah juga langsung mendapat penanganan medis dari berbagai pihak.

Disupport relawan Malang Raya, Siti Aisyah terus mendapatkan penanganan kesehatan mulai dari operasi paha kiri, tangan kiri dan yang lainnya di RST Soepraoen.

Bahkan Persada Hospitalpun saat ditemui Wartawan Malang Pariwara bersedia merawat Siti Aisyah hingga sembuh (free).

Begitu banyak perhatian dari berbagai komunitas maupun instansi utamanya untuk pendidikan Naga.

Kemarin Kamis (25/07/2019) Ibu Siti kontrol ke RST didampingi petugas Dinsos yang merawat.

“Setelah menjalani dua kali operasi besar, kondisi Siti Aisyah saat ini sudah mulai membaik dimana kaki kirinya telah dapat digerakkan meskipun tiga bulan masih belum diperbolehkan dijadikan tumpuan saat belajar jalan,” ujar Nola Pekerja Sosial Dinas Sosial kota Malang.

Menurut penjelasan Nola, untuk mengantisipasi agar Naga tetap bisa fokus sekolah dan tidak turun ke jalan lagi, Siti Aisyah bersama Naga saat ini ditampung di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) milik Dinas Sosial kota Malang yang ada di jalan LA Sucipto gang Makam Pandanwangi kota Malang.

“Naga saat ini berada di sini untuk dilakukan pendampingan agar tidak turun ke jalan dan pendampingan psikologinya,” ujar Wanita berhijab yang bertugas di Liponsos tersebut.

Saat ditemui di Liponsos, Naga juga baru pulang sekolah di SDN Blimbing V dijemput satpam Liponsos.

“Meski masih satu Kecamatan untuk berangkat dan pulang sekolah Naga diantar petugas dari Dinsos, mengingat lokasi sekolah dengan Liponsos yang cukup jauh,” terang Nola.

Sedangkan Siti Aisyah, masih lebih banyak terbaring di tempat tidur sambil sesekali belajar menggerak gerakkan jari tangan maupun jari kaki sebelah kirinya.

Saat ditanya wartawan pasca pengobatan dan perawatan kesehatan yang dijalaninya, Siti Aisyah dan Naga berharap bisa kembali ke masyarakat untuk menjalani kehidupan layaknya orang kebanyakan.

” Saya kepingin buka usaha jualan untuk hidup sehari hari supaya Naga tidak harus cari nafkah sendiri . Saya sangat berterimakasih atas apa yang telah dilakukan para relawan masyarakat maupun pejabat Pemkot yang telah banyak membantu keluarga kami,
” ucap Siti Aisyiah.

Sosok dibalik keberadaan Naga dan ibunya di sini yaitu relawan yang selama ini mendampingi yakni Yuning Kartikasari.

Segala daya upaya dilakukan untuk membantu keluarga Naga.

” Sebenarnya bukan Naga saja namun masih banyak Naga Naga lainnya yang perlu mendapat perhatian dari kita semua. Alhamdulillah berkat peran aktif dari pemerintah kota Malang hal hal seperti ini akan teratasi dengan cepat dan tepat,” ujar wanita biasa disapa Yuyun itu.

Yuyun berharap, baik ibu maupun Naga tidak turun ke jalan lagi untuk meminta minta karena Buku tabungan khusus untuk Naga sudah disiapkan guna biaya sekolah kelak dari para dermawan(*) (JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *