SMAK Kosayu Malang Dua Hari Sukses Gelar Expo Perguruan Tinggi Secara Virtual

Suasana Expo Perguruan Tinggi yang diikuti Ribuan peserta secara Virtual (lokasi SMAK Kosayu) foto/Djoko Winahyu.

Malangpariwara – Pertama kali di Indonesia SMAK Kolese Santo Yusup Malang, dua hari gelar Expo Perguruan Tinggi yang diikuti Ribuan peserta secara Virtual.

Hari ini terakhir, sejak kemarin SMAK Kosayu Malang gelar Expo Perguruan Tinggi yang diikuti 51 perguruan tinggi swasta dan 11 biro pendidikan dari dalam maupun luar negeri.

Ada yang berbeda pada gelaran Expo Perguruan Tinggi tahun ke 22 sejak pertama kali tahun 1998 ini, karena digelar secara virtual dengan peserta ribuan siswa kelas 12 SMK Kosayu Malang.

Ribuan peserta yang mengikuti expo itu juga bukan hanya dari SMAK Kolese Santo Yusup saja, melainkan peserta juga berasal dari seluruh Indonesia, karena siswa Sekolah berstatus Terakreditasi A ini tersebar di 150 kota dari 27 provinsi se Indonesia.

Hal ini disampaikan Petrus Wisnu Wiyono Sakti Wakil Kepala Sekolah bagian Humas saat ditemui Malangpariwara pada hari pertama acara di SMAK Kosayu yang berlokasi di jl Simpang Borobudur 1 Malang, Jum’at ( 5/9/20).

Petrus Wisnu Wiyono Sakti Wakil Kepala Sekolah bagian Humas(JKW)

“Kita ada dua sesi. Ada juga expo karir yang biasanya disini oleh alumni. Mereka ke sini memberikan wawasan tentang perguruan tinggi. Karena pandemi kita harus melaksanakan secara online dan menyiapkan 21 room untuk operator. Teknisnya dibagi setiap hari ada tiga kelompok dengan durasi masing-masing 45 menit untuk pameran,” terangnya.

Para siswa kelas akhir tersebut dibekali wawasan seputar perguruan tinggi Nasional Maupun Internasional yang sudah bekerja sama dengan SMAK Kosayu, seperti di Hongkong, Malaysia dan Singapura. Total ada 62 perguruan tinggi dan biro pendidikan.

Ketika ditanya Wartawan tentang perbedaan gelaran antara Virtual dengan Offline, Wisnu menilai setiap kebijakan ada sisi kelebihan dan kelemahannya. Pihaknya jika boleh memilih, lebih nyaman secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya karena resiko dan kendalanya bisa diantisipasi sebelumnya.

Serius dalam kelas ikuti daring Expo Perguruan Tinggi

“troublenya lebih tinggi kalau online. Tingkat kekhawatirannya sangat tinggi. Sampai saat ini kita pun masih mencari pola yang paling aman dan nyaman untuk melakukan setiap kegiatan secara online,” tukasnya.

“Semoga Expo Perguruan Tinggi yang sudah menjadi agenda tahunan SMAK Kosayu ini masih memberikan manfaat yang luas dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.
(JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *