Jebolan ITN Malang ’87 Temukan Alat Penyanggah Masker Sehat dan Nyaman Dipakai

Penyanggah masker Global Respiration Guard (GRG) buatan Andreas Suprayitno(foto Djoko Winahyu)

Malangpariwara – Berangkat dari surve kecil kecilan kenapa masyarakat enggan mengenakan masker, dan melihat momen masa pandemi Covid 19 yang tak kunjung reda kapan berakhirnya, maka tercetuslah jiwa bisnis dan Inovasi kreatif Andreas Suprayitno jebolan ITN Malang ’87 warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, mencoba merancang alat untuk penyangga Masker yang nyaman.

” Ya awalnya sih saya blusukan keluar masuk pasar mendengarkan keluhan orang-orang kenapa malas bermasker karena tidak bisa bernapas lega dan artikulasi suara jadi tidak jelas,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu Andreas Suprayitno lantas putar otak merancang membuat alat
diberinama Global Respiration Guard (GRG) tepatnya 1 Juli 2020.

Andreas perlihatkan hasil produksi GRG

GRG berfungsi sebagai penyanggah masker atau penyekat antara mulut dan masker agar tidak saling bersentuhan.

“Tanggal 13 langsung saya patenkan. Hingga sekarang produksi mencapai 100 ribu GRB. Estimasi 6000 pieces/hari.
Saya pasarkan lewat online Shopee sudah terjual 4000 buah.

“Banyak masyarakat yang mengeluh saat pakai masker. Ada yang mengaku tidak bisa nafas lega, kalau bicara kurang jelas, pakai kacamata juga mengembun dan keluhan lainnya. Keluhan itu lah yang menjadi spirit saya membuat alat yang bisa bikin orang nyaman saat pakai masker,” kata Andreas, saat ditemui Malangpariwara di Mapolresta Malang, Senin (21/9/2020).

Sosialisasi GRG

Menurutnya, alat ini bisa membantu pengguna untuk meminimalisir droplet yang menempel langsung pada mulut. Penyekat antara mulut dan masker diyakini jauh lebih aman daripada tanpa penyekat.

GRG bisa digunakan di semua jenis masker. Inovasi ini lahir dan berkembang setelah adanya permintaan masyarakat. Per harinya, Andreas bisa memproduksi hingga enam ribu buah.

Untuk mengenalkan alat tersebut, kepada ratusan Polisi saat apel pagi, Andreas mempresentasikan kegunaan dan cara penggunaan GRG.

Simbolis Andreas serahkan bantuan GRG diterima Kabag Sumda Polresta Malang Kota, Kompol Amung Sri Wulandari

Alumni ITN angkatan 87 itu juga membantu pendistribusian 300 buah GRG kepada anggota kepolisian untuk membantu kinerja di lapangan. Pemakaian masker yang nyaman kata dia bisa menekan penggunaan masker kepada masyarakat.

Adanya alat ini membuat masyarakat semakin sadar pentingnya memakai masker yang baik dan benar. Sehingga ke depan Andreas berharap tidak ada lagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tanpa masker.

Kabag Sumda Polresta Malang Kota, Kompol Amung Sri Wulandari, mengaku lebih nyaman ketika mengenakan alat tersebut.

“Kalau saya rasakan, agak enakan. Kalau biasanya (masker) nempel di bibir, sekarang gak nempel. Untuk napas juga lebih enak. Kalau pakai kacamata biasanya mengembun, sekarang sudah enggak,” ungkapnya.

Bagikan GRG

GRG, alat penyanggah masker karya warga Kota Malang itu kini bisa dimiliki masyarakat dan didistribusikan besar-besaran. Alat berbahan plastik tersebut dirancang sedemikian rupa agar masyarakat nyaman mengenakan masker tanpa keluhan. (JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *