Dies Natalis Ke -12, FKH UB Gelar Seminar Internasional

Peserta Seminar Internasional

Malangpariwara.com
Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk 3rd International Conference on One Health (ICOH).

Seminar internasional yang diselenggarakan tahunan ini merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis FKH UB ke-12.

Rilis yang diterima Malangpariwara.com menyatakan bahwa Konferensi yang berlangsung selama dua hari (30/10-31/10/2020), mengusung tema besar “Veterinary Science Innovations for Ecosystem Health and Resilience”.

Tema ini dipilih karena adanya pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19), berdampak pada kehidupan makhluk hidup, dan menjadikan seluruh sektor saling bahu membahu untuk menangani pandemi ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan konsep One Health.

Konsep One Health merupakan sebuah upaya yang dikembangkan interdisiplin ilmu berwawasan lokal, nasional dan internasional untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal untuk manusia, hewan dan lingkungan.

Implementasi konsep one health saat ini meluas hingga keberlanjutan kesehatan dan ketahanan ekosistem secara global.

Maka dari itu, penguatan jejaring, integrasi dan kolaborasi interdisiplin dalam bidang inovasi riset terutama antara dokter hewan, dokter, kesehatan masyarakat dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk menjawab isu penting terkait pandemi global, kesehatan ekosistem, ketahanan ekosistem dan inovasi dalam bidang manajemen, diagnosa dan terapi untuk tercapainya satu kesehatan.

Narasumber Seminar Internasional

Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc. Ph.D yang merupakan juru bicara satgas penanganan COVID-19 Indonesia dan Fred Unger, DVM, Ph.D dari International Livestock Research Institute (ILRI) Vietnam membahas subtema mengenai Veterinary Science Innovations for Ecosystem Health and Resilience in Coping with Pandemic Threats.

Dalam materinya, Prof Wiku menyinggung mengenai implementasi praktik one health oleh satgas COVID-19 nasional.

Tiga hal yang telah diterapkan satgas nasional #BersatuLawanCovid, yaitu mewujudkan satu sistem data, membangun ketahanan Kesehatan masyarakat melalui pemantauan perubahan perilaku, dan menghubungkan bangsa dengan komunitas nasional dan internasional melalui penguatan komunikasi publik.

Pemahaman ilmu kedokteran hewan mengenai virus corona pada hewan, menjadi poin penting untuk mendorong semangat berkontribusi dalam pengendalian pandemi yang kini terjadi pada manusia.

Kontribusi ini dapat dilakukan seperti, mengembangkan vaksin yang aman dan obat antivirus yang efektif untuk manusia, serta laboratorium veteriner yang sudah mendukung pengendalian COVID-19.

Praktik-praktik ini merupakan pendekatan one health yang akan meningkatkan pengujian, penelusuran, dan perawatan yang diperlukan dalam pengendalian COVID-19.

Konsep one health yang dipaparkan oleh Fred Unger juga mendukung mengenai kontribusi kedokteran hewan dalam mencapai satu kesehatan dunia.

Fred Unger lebih menitikberatkan pada sistem keamanan pangan, terutama pangan asal hewan.

Keamanan pangan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang muncul di seluruh dunia.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai bahaya kontaminasi kimia dan mikrobiologis pada pangan, serta bahaya adanya potensi pandemi COVID-19 yang dikaitkan dengan pasar tradisional.

Selain Prof. Wiku dan Fred Unger sebagai keynote speakers, konferensi tahun ini juga mengundang pembicara seperti:
Prof. Junpei Kimura dari Seoul National University Korea Selatan dengan topik Digital 3D Anatomy of Wild Mammals by Micro CT Examination.
Prof. Mitsuhiko Asakawa DVM, M.Sc., Ph.D., Dipl. JCZWM dari Rakuno Gakuen University Jepang dengan topik Pathobiologic Diagnosis of Wild Animal.

Ratusan peserta hadir memeriahkan kegiatan yang dilakukan secara virtual ini.

Peserta hadir dari berbagai multidisiplin ilmu, tidak hanya dari fakultas kedokteran hewan di Indonesia, tetapi juga fakultas peternakan, fakultas kedokteran, dan fakultas biologi dari negara-negara ASEAN, Columbia, Belgia, Korea Selatan, Jepang, Amerika, dan New Zealand.

Sebanyak kurang lebih 90 orang menyampaikan hasil risetnya dari berbagai topik, di bidang Anatomy, Microanatomy and Embryology (Regenerative Medicine); Microbiology, Parasitology, Immunology (Emerging and Re-emerging Disease); Biochemistry, Physiology, Reproduction and Nutrition (Ethology, Animal Welfare); Pathology, Clinical Pathology and Pharmacology (Anti Microbial Resistance, Alternative Medicine, Acupuncture, Physiology Therapy); Surgery, Internal and Clinical Medicine (Veterinary Clinical Medicine); Epidemiology, Veterinary Public Health and One Health (Economic Impact of Pandemic, Education); Ecosystem Health (Wildlife, Rural and Urban Ecosystem).

Acara ini disponsori oleh PT. Intertama Trikencana Bersinar, PT. Setiabudi Cipta Mandiri, Klinik Satwa Sehat, Orange dan Purple Petshop, serta Vetnesia sebagai media partner.( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *