Kader Lingkungan Kota Malang Serap Ilmu Bambang Irianto

Paling Kiri Ir.H,Bambang Irianto 3G, Wasto Pembina Kader Lingkungan Kota Malang, Zainul Arifin Ketua Kaling Kota Malang.(ist)

Senin, 29 Maret 2021

Malangpariwara.com – Pembina Lingkungan Tingkat Nasional Bambang Irianto kembali menerima tamu, kali ini justru para pengurus Kader Lingkungan Se Kota Malang, dipimpin langsung pembina Kader Lingkungan Tingkat Kota Malang Wasto. Minggu ( 28/3/21).

Para tamu perwakilan pengurus Kader Lingkungan (Kaling)dari 57 Kelurahan di 5 Kecamatan Kota Malang dan ada dari Akademisi ini di terima Bambang Ir di Rumah Prestasi jalan Karya Timur Dalam II Kav 5-6 Malang.

Sebelum melakukan diskusi di Rumah Prestasi 3G. Tamu wajib masuk melalui pintu kampung Wonosari (WNS) RW 19 Go Green yang merupakan Kampung binaan Bambang Irianto Penerima Kalpataru pembina Lingkungan ini yang tentunya melalui protokol kesehatan.

Pembina Kader Lingkungan, Wasto mantan Sekda Kota Malang kembali menggerakkan Mesin Kader Lingkungan yang mulai lesu ini, kembali akan bergerak diawali dengan melakukan kunjungan ke Rumah Prestasi 3G untuk menimba Ilmu.

“Suasana atau keadaan akan berbeda ketika saya pensiun seperti saat ini, tidak lagi ada dukungan anggaran pemerintah, tapi mandiri. Maka polanya berbeda, harus dibangun pemahaman lebih dulu, kemudian diterapkan pada dirinya sendiri. Agar bisa dicontoh oleh masyarakat setempat,” ungkap Wasto kepada Malangpariwara.com saat ditemui di Rumah Prestasi 3G, Minggu (28/3/21).

Mantan Sekda Kota Malang ini menjelaskan,
sekitar 2011-2012 lalu saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, peran Kader Lingkungan sangat dominan karena sangat mudah mendapat dukungan dari anggaran Pemerintah melalui APBD.

Didalam diskusi ini peran kader lingkungan memang dituntut untuk bisa aktif dalam merespon kekinian misalnya maraknya banjir saat hujan deras di Kota Malang. Peran konkret dimulai dari diri sendiri, dan mengajak masyarakat di sekitar tempat tinggalnya bukan mencari kambing hitam banjir dan menyalahkan Pemerintah.

“Banjir ini menjadi kepedulian kita bersama terhadap lingkungan. Butuh kerjasama, Pemerintah tak bisa sendiri, namun juga melibatkan masyarakat. Nah peran konkret Kader Lingkungan ini sangat dibutuhkan untuk pemahaman dan kepedulian masyarakat,” bebernya.

“Maka dari itu kami belajar di 3G dibawah Bimbingan Pak Bambang Ir, minta masukan dan mereplikasi apa yang telah di lakukan penggagas Kampung konservasi air 3G ini untuk mengatasi permasalahan banjir di Kota Malang, melalui konsep biopori, sumur injeksi, penghijauan dan lainnya seperti yang di sampaikan Pak Bambang Ir dari diskusi tadi. Tentunya pemahaman ini harus disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui Kader Lingkungan,” imbuh Wasto.

Apa yang sudah dilakukan oleh Bambang Irianto, menjadi spirit dan literasi bagi Kader Lingkungan yang tentunya harus segera dilakukan dan mengajak semua lapisan masyarakat ikut terlibat.

Dalam memberikan materi ” Strategi dan Managemen Membangun Kampung” kepada Kader Lingkungan Bambang Ir Manager 3G ini slalu menekankan kepada Para Kader Lingkungan untuk mulai dari diri sendiri dari yang paling gampang karena tidak gampang merubah mindset orang harus dilakukan Kader Lingkungan dengan mengajak masyarakat secara kontinyu.

“Kader Lingkungan Kota Malang harus dapat memberikan contoh konkret dengan apa yang menjadi tujuan sehingga bisa tercapai. Selain itu Kader Lingkungan harus peka terhadap problem kekinian, khususnya problem lingkungan hidup. Seperti banjir, bagaimana solusi konkretnya” tukas Bambang Ir.

Kesulitan utama Kader Lingkungan yakni mengajak masyarakat untuk bergerak melakukan sesuatu kebaikan lingkungan bersama.

“Harus mengubah mindset masyarakat setempat. Misal dengan kaidah ilmiah, agama, dan budaya/kearifan lokal. Akan lebih baik jika Kader Lingkungan berbuat lebih dulu untuk menjadi contoh perubahan masyarakat setempat,” pungkas Bambang Ir.

Salah satu anggota Koramil 0833/03 Blimbing Pelda Tholik mewakili Danramil Blimbing Kapten Arh Imran mengikuti araca mulai dari WNS hingga Rumah Prestasi mengaku sangat beruntung bisa menambah ilmu tentang lingkungan dan bagaimana cara meminimalisir banjir.

“Saya diperintahkan komandan untuk mengikuti pemaparan dari Pak Bambang untuk menimba ilmu sekaligus akan mempraktekkannya. Setidaknya kami akan berupaya untuk merubah Makoramil Blimbing menjadi kompleks militer tematik, targetnya menjadi Koramil percontohan,” katanya semangat.(JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *