Wujudkan Sekolah Adiwiyata, 24 Kepala SD Belajar ke 3G

Warga WNS menerima kunjungan kepala sekolah se Wilayah Lowokwaru.(ist)

Senin, 29 Maret 2021

Malangpariwara.com
Wujudkan dekolah Adiwiyata, sejumlah  Kepala Sekolah Wil Lowokwaru tandatangani MoU dengan 3G.

Rombongan kepala Sekolah gugus 2,3,5,7 ini mewakili Sekolah Dasar di Wilayah Lowokwaru, tujuan mereka akan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman MoU bersama 3G.

Tak kurang dari 50 kepala sekolah dan staf pengajar sebelum masuk rumah prestasi harus melalui pintu masuk kampung Binaan Bambang Irianto, kampung WNS Go Green RW.19.

Didampingi Dewi Godong 19, ketua RW 19 bersama bapak bapak menyambut tamu di pintu masuk dengan penerapan Prokes yang ketat ( Mencuci tangan menggunakan sabun atau memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga Jarak .

Rombongan Kepala Sekolah dan Guru ini sangat antusias mengikuti arahan dari Dewi Godong blusukan ke lorong kampung yang indah bersih dan asri oleh tanaman yang tertata rapi.

Seperti biasa tamu disuguhi hiburan musik tradisional penampilan ibu ibu Dewi Godong 19.

Meski usia dibilang tak muda lagi namun mereka masih enerjik memainkan alat musik dari Bambu.

Salah satu kepala sekolah yang berhasil di wawancarai Malangpariwara, Suryani, S.Pd., M.Pd Kepala Sekolah Dasar Dinoyo 3 ini mengaku sadar terhadap lingkungan.

“Disekitar kami ada masyarakat jadi tidak hanya siswa tapi juga masyarakat. Berkembang luas, masyarakat cinta lingkungan seperti di wilayah sekalah kami SDN Dinoyo 3. Satu sekolah 275 siswa. Otomatis kami didik anak-anak, contoh jika suatu sekolah ada 200 siswa maka harapannya 400 subyek siswa. dan orang tua teredukasi,” Ungkap Suryani kepada Malangpariwara.com saat berkunjung ke WNS Go Green RW.19 Purwantoro Malang, Senin (29/3/21).

“Di sekolah kami sudah ada biopori, penghijauan bahkan gerakan penghijauan maupun pembuatan biopori murid murid berkolaborasi dengan orang tuanya,” imbuhnya.

Lain halnya Bambang Edi.S Kepala SDN Merjosari 4 di dampingi Nurul Susianto staf pengajar mengatakan banyak yang akan diserap dari WNS dan 3G untuk di replikasi kan ke sekolahnya.

“Tanaman sudah hijau  tetapi kita masih belum punya biopori. Maka dari itu kita pingin belajar ke pak Bambang Irianto,” aku kepala sekolah yang diamini Nurul Susianto.

“MoU dengan 3G, kami ingin pak Bambang melakukan pembinaan pendampingan kepada sekolah kami sehingga bisa menjadi sekolah tematik dan Adiwiyata,” timpal Susilo.

Cerita Susilo SDN Merjosari ini punya prestasi, tahun lalu 2020, sekolahnya juara 1 Mading antar SD Se Kota Malang.

Sementara itu usai melakukan penandatangan Nota Kesepahaman MoU, Bambang Irianto menjelaskan Adiwiyata kepada Wartawan.

Menurutnya, Adiwiyata, secara internasional disebut pula dengan Green School adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif.

Green School merupakan program yang dikembangkan di tingkat internasional. Green School lebih bermakna pada pembentukkan sikap anak didik dan warga sekolah terhadap lingkungan, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Hal ini diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik di sekolah, rumah atau di lingkungan tempat tinggalnya. Termasuk di dalamnya program “Greening The Curriculum”, kurikulum hijau, artinya kurikulum yang memperhatikan aspek-aspek lingkungan dalam bahasannya serta mengintegrasikan materi lingkungan ke dalam pembelajarannya, sesuai dengan topik bahasannya.

Terakhir, Bambang Irianto berpesan kepada semua Kepala sekolah mengacu pada isi MoU yang ditandatangani ini akan menjadikan Pembina Lingkungan Nasional Bambang Irianto ini sebagai pendamping sekolah di bidang lingkungan hidup, yaitu dalam bentuk memberikan Materi soal lingkungan hidup menuju sekolah Adiwiyata Mandiri kepada warga sekolah.

” Saya siap membantu, terutama untuk perubahan mindset murid muridnya Karena sekolah Adiwiyata itu bukan hanya infrastruktur. Tapi bagaimana setiap siswa atau guru bisa menerapkan di rumah, apa yang ada di sekolahnya,” ujar Bambang Ir.

“Syarat kerjasama yaitu masing masing sekolah harus bikin biopori atau sumur resapan,” tegasnya.

Bambang Irianto mengatakan kepada Malangpariwara bahwa hari ini Glintung Go Green dan Wonosari Go Green kedatangan tamu yang super istimewa. Ada 24 Kepala SDN wilayah Lowokwaru di kota Malang melakukan MoU untuk pembinaan sekolah Adiwiyata.(JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *