Wisudawan ITN Malang Sumbang Pemikiran Kreatif

Foto: Permainan “Q-Taru” sebagai media pembelajaran penataan ruang hasil kreatif mahasiswa.(ist)

Malangpariwara.com – Sebanyak 885 wisudawan Institut Teknologi Nasional (ITN) telah mengikuti prosesi wisuda ke 65 secara virtual pada tanggal 27 Maret 2021 lalu.

Jumlah tersebut terdiri dari 637 wisudawan lulusan periode II 2020 dan 248 wisudawan lulusan periode I tahun 2021 yang meliputi jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana, yang mana 21.8% diantaranya lulus dengan predikat PUJIAN (Cumlaude) yaitu mempunyai indeks prestasi diatas 3.50 dari skala 4.0.

Tidak hanya sekedar menyelesaikan masa belajarnya dibangku perkuliahan, beberapa wisudawan terbaik ITN Malang juga telah memberikan sumbangsih pemikirannya kepada masyarakat melalui penelitian yang kreatif dan inovatif.

Adapun wisudawan terbaik ITN diantaranya Fardiah Qonita Ummi Naila dari prodi Perencanaan Wilayah dan Kota S1 dengan IPK 3.70 dan judul Skripsi Kajian Evaluasi Pengenalan Penataan Ruang dengan Memanfaatkan Permainan Berbasis Android “Q-Taru”.

Menurutnya tujuan dari penelitian skripsinya tersebut adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan permainan “Q-Taru” sebagai media pembelajaran penataan ruang.

Penelitian ini dilakukan dengan tahapan pengumpulan data, pengenalan dan sosialiasi Q-Taru serta evaluasi penggunaan permainan Q-Taru sebagai media pembelajaran penataan ruang.

Proses analisa dengan menggunakan metode research and development, dimana peneliti membagikan kuesioner pada saat sebelum dilakukan sosialisasi permainan Q-Taru dan sesudah bermain Q-Taru.

“Hasilnya, penggunaan media pembelajaran Q-Taru relatif efektif dilakukan pada subjek penelitian di tingkat SMA terutama pada siswa yang tinggal di wilayah perkotaan,” terangnya.

Selanjutnya, Imam Darma Aji dari prodi Teknik Arsitektur S1 dengan IPK 3.86 yang mengambil judul skripsi Pusat Cenderamata Pariwisata di Kabupaten Malang tersebut mengaku melakukan pendekatan arsitekstur dengan menggunakan pendekatan terhadap isu dan masalah yang ada pada lokasi tapak perancangan, fungsi perancangan dan tema Neo-Vernakuler.

Menurutnya, Pusat Cendera Pariwisata yang ia desain nantinya diharapkan bisa menjadi tempat pusat kegiatan seputar cenderamata yang meliputi produksi, penjualan, pameran hingga edukasi.

“Rancangan saya ini mengadopsi atap limasan yang dikombinasikan antara atap limasan khas Malang Selatan yang kental akan rumah adat kampung dengan unsur unsur rumah khas Jawa Timur. Selain itu saya juga telah memilihkan bahan material lokal seperti batu alam, motif kayu dan ukiran batik seruni khas Jawa Timur,” tukasnya.

Selain dua wisudawan tersebut, ada pula wisudawan terbaik ITN yang lainnya yakni
Nur Hendri Wahyu Firdaus dari prodi Teknik Kimia S1 dengan IPK 3.92 dan judul skripsi Identifikasi Awal Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Limbah Organik sebagai Bioaktivator dengan Penambahan Whey Keju.

Selanjutnya atas nama Eka Nur Wahyuni dari prodi Teknik Elektro S1 dengan IPK 3.75 dan judul skripsi Prototipe Sistem Monitoring Gangguan Mesin Pabrik Berbasis Pengenalan Suara Menggunakan lot Blynk.

Tutut Suryani dari prodi Teknik Informatika S1 dengan IPK 3.84 dan judul skripsi Sistem Informasi Geografis Pemetaan Kerusakan Jalan di Kabupaten Malang Menggunakan Metode K-Means.

Wahyu Arif Setiawan dari prodi Teknik Listrik D3 dengan IPK 3.71 dan judul skripsi Rancang Bangun Sistem Fast Charging pada Baterai VRLA Menggunakan Frekuensi Tinggi untuk Mobil Listrik Kampus.

Sementara itu Rektor ITN, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE, menyampaikan bahwasannya pelaksanaan wisuda kali ini harus dilaksanakan secara full daring mengingat saat ini banyak sekali para calon wisudawan yang sudah kembali ke daerahnya masing-masing, sehingga pihak kampus merasa itu akan sulit bagi calon wisudawan untuk datang kembali ke kota Malang.

“Oleh karena itu pihak kampus memutuskan untuk melaksanakan wisuda ke 65 ini secara full daring. Artinya tidak ada sama sekali wisudawan yang berada di kampus ITN,” jelasnya.

Teman-teman dari panitia wisuda juga sudah berkomunikasi dengan pihak Satgas covid jangan sampai hanya karena memenuhi keinginan kita dengan para wisudawan, justru nanti ada cluster cluster baru covid di kota Malang, tandasnya.

Sementara itu ketua panitia, Dr. Agung Witjaksono, ST MT, mengaku timnya telah melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan wisuda online bisa berjalan lancar.

Namun demikian menurutnya dalam pelaksanaan wisuda online pasti ada beberapa kendala terkait kondisi jaringan internet di masing-masing daerah.

“Alhdulillah pada pelaksanaan wisuda secara virtual berjalan lancar karena para wisudawan sudah memposisikan tempat internet yang kuat,” tutupnya.(JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *