Operasi Prokes, Tim Gabungan Sita Ratusan Miras

Foto: saat opepras gabungan tim menita ratusan botol Miras.(ist)

Minggu,2 Mei 2021

Malangpariwara.com
Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 petugas gabungan gelar operasi.

Petugas gabungan berhasil menyita ratusan botol minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (minol) saat operasi gabungan PPKM Mikro

Operasi gabungan menyasar kafe Ko.boy yang terletak di Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang, Sabtu (1/5/21) malam.

Antonio Viera, Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang membenarkan. Pihaknya sukses menyita sekitar 290 botol miras di kafe tersebut.

Anton menuturkan bahwa dasar operasi gabungan tersebut sesuai Perda Nomor 5 tahun 2006 tentang pengawasan, pengendalian, dan pelarangan penjualan minol.

Juga Perwal Kota Malang Nomor 30 tahun 2020, soal penerapan disiplin dan penegakan prokes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19.

“Di jalan Mayjend panjaitan ada satu kafe yang baru, kami operasi minol di situ. Kami menemukan dari berbagai jenis minol, sekitar 290 botol, kami amankan di kantor,” ujar Antonio kepada Malangpariwara.com, Minggu (2/5/21).

Operasi itu diikuti jajaran Polresta Malang Kota sebanyak 30 personil, lalu Kodim 0833 ada 10 personil,  Denpom mengirim 5 personil, serta Satpol PP Kota Malang menerjunkan 60 personil.

Operasi gabungan mulai pukul 21.30 WIB. Semula petugas gabungan menyasar kafe-kafe di sepanjang Jalan Sudimoro. Lalu bergeser ke kafe ko.boy.

“Sebetulnya kafe ko.boy sudah kami datangi seminggu sebelumnya. Kami datang ada pelanggaran prokes, berkerumun dan batas jam operasional. Kemudian kami beri SE Wali Kota Nomor 14 itu,” bebernya.

“Kemudian semalam kami (petugas gabungan) datang dan mereka melanggar, dan setelah itu kami cek ada minol, sehingga kami sita sebagai barang bukti,” sambungnya.

Anton, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa pihak Cafe mendapatkan sanksi untuk mengikuti sidang tindak pidana ringan (tipiring).

“Sanksinya nanti ikut sidang tipiring, saya belum tahu tanggal berapa nanti, yang jelas setelah lebaran,” jelasnya.

Ke depannya kafe tersebut masih boleh beroperasi, asalkan taat peraturan jam operasional, protokol kesehatan dan tidak menjual minol lagi.

“Mereka tidak boleh menjual minol, kalau ada temuan lagi, langsung kita segel selama 14 hari sesuai dengan aturan,” tegasnya. (JKW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *