Terpilih Polinema Malang Tuan Rumah Roadshow Kampus Merdeka Fair 2022

Direktur POLINEMA Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT resmi membuka Kampus Merdeka Fair 2022.(Foto: Djoko W)

Rabu, 9 November 2022

Malangpariwara.com
Roadshow 6 Kota Kampus Merdeka Fair 2022 hadir di Kota Malang.

Setelah sebelumnya singgah di empat kota, Padang, Yogyakarta, Pontianak, dan Jakarta. Politeknik Negeri Malang (Polinema) menjadi tuan rumah Kampus Merdeka Fair edisi kelima, yang digelar dua hari pada tanggal 9 – 10 November 2022. Dan terakhir akan di gelar di Bali, Universitas Pendidikan Ganesha pada 15-16 November 2022.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan sejumlah perguruan tinggi, mitra industri, serta mahasiswa.

Hadir pada acara pembukaan Kampus Merdeka Fair 2022 baik secara daring maupun Luring ini diantaranya;
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Bapak Nadiem Anwar Makarim;
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Ibu Kiki Yuliati; Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Bapak Beny Bandanajaya; Tim Kampus Merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

ini Direktur Polinema, Pembantu Direktur 1, Bapak Nurhadi beserta Kepala/Perwakilan Program flagship MBKM meliputi program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA), Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Kampus Merdeka (KM), Wirausaha Merdeka (WMK), dan Praktisi Mengajar (PM).(Foto: Djoko W)

Selain itu juga hadir para Pimpinan Perguruan Tinggi Mitra Polinema, para Pimpinan Industri Mitra Polinema, para ketua, Sekretaris. Para Ketua Komisi Senat. Para Pembantu Direktur Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi, dosen dan pengelola program Merdeka Belajar Merdeka dari seluruh Indonesia.

Dalam arahan yang disampaikan secara daring, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan bahwa Kampus Merdeka Fair adalah momentum bagi berbagai pihak untuk terus memacu peningkatan kuantitas dan kualitas program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan mewujudkan program Kampus Merdeka mandiri.

“Tiga tahun terakhir ini kita sudah bergotong royong, bergerak serentak membawa perubahan pada sistem pendidikan kita melalui gerakan merdeka belajar. Semangat untuk bertransformasi ini harus kita kuatkan karena kita saat ini masih berada di tahap-tahap awal dari perjalanan panjang memperbaiki dunia pendidikan tinggi Indonesia,” ucapnya.

Kebijakan MBKM sendiri diluncurkan pada tahun 2020 silam sebagai sebuah langkah transformasi pendidikan tinggi untuk menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Sejak tahun 2021, sejumlah program flagship diluncurkan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mendapatkan hak belajar di luar kampus selama dua semester.

Program flagship MBKM meliputi program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA), Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), Kampus Merdeka (KM), Wirausaha Merdeka (WMK), dan Praktisi Mengajar (PM).

Selain keenam program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini, mahasiswa juga dapat mengikuti program MBKM yang diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi, atau yang disebut dengan Kampus Merdeka Mandiri.

Secara daring Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, memberi sambutan dalam pembukaan KM 2022 yang di laksanakan di Polinema Malang .(foto: Djoko W)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, menerangkan bahwa program-program inovasi dalam MBKM ditujukan untuk memfasilitasi mahasiswa agar mereka belajar di luar kampus dan luar kelas, meraih berbagai pengalaman yang membelajarkan, dan membangun jejaring dalam rangka menyiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang terampil dan kompeten sebagai calon pemimpin bangsa masa depan.

“Saya yakin, kita semua yakin, bahwa MBKM adalah salah satu ikhtiar kita mempercepat penyiapan sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan di kemudian hari,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui Kampus Merdeka Fair para mahasiswa, dosen, pimpinan perguruan tinggi, serta mitra industri dan mitra lembaga pemerintah lainnya dapat mengenal lebih dalam program-program MBKM sekaligus berbagi pengalaman dan gagasan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program.

“Mari kita memberi kesempatan bagi para mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran di luar kampus, untuk mengalami sendiri berbagai pembelajaran nyata di luar kampus mereka. Dengan demikian para mahasiswa sejak awal dapat belajar dari berbagai perspektif dan pengalaman sehingga mereka menjadi insan yang berpengalaman dan berwawasan luas serta mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ucap Kiki.

Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Supriatna Adhisuwignjo memberi sambutan sebelum membuka KM Fair 2022.(Foto: Djoko W)

Senada dengan hal tersebut, Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Supriatna Adhisuwignjo, mengungkapkan bahwa manfaat program MBKM telah banyak dirasakan oleh para mahasiswa. Program pendidikan di luar program studi telah dijalankan Polinema sejak tahun 2018, dan dalam perjalanannya Polinema ikut berkontribusi dalam penyelenggaraan program MBKM melalui keikutsertaan dalam program flagship seperti MSIB, PMM, Kampus Mengajar, dan IISMAVO.

“Penyelenggaraan Kampus Merdeka Fair ini merupakan bentuk dukungan Polinema terhadap program MBKM yang telah banyak dirasakan manfaatnya oleh para mahasiswa. Diharapkan melalui Kampus Merdeka Fair ini semua stakeholders dapat mengenal kampus merdeka lebih dekat lagi, dapat menciptakan kolaborasi dan sinergi yang lebih baik lagi,” kata Supriatna.

Momen forum diskusi antar perguruan tinggi dan para alumni yang akan digelar dua hari ini akan sangat menarik karena bisa berbagi pengalaman sesuai dengan kompetensi yang di gelutinya. ( Djoko W )

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *