Pj Wali Kota Malang: 30 Titik Sudetan Disiapkan untuk Atasi Banjir di Kota Malang

Pj. Walikota Malang sahat meninjau lokasi langganan banjir (Djoko W)

Minggu, 28 Januari 2024

Malangpariwara.com – Sejumlah skema tengah dirancang Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Salah satunya di wilayah Jalan Galunggung Kecamatan Klojen.

Hal itu mengingat bahwa saat ini juga masih dalam masa musim penghujan. Dan kawasan Jalan Galunggung menjadi salah satu titik di Kota Malang yang menjadi daerah langganan banjir.

“Kita kan sudah punya masterplan drainase. Tapi nanti kita pikirkan bagaimana langkah-langkah untuk bisa lebih meminimalisir banjir di Galunggung,” jelas Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Salab satu yang direncanakan adalah dengan melakukan sudetan. Dimana sudetan akan dilakukan di saluran yang sudah ada, dan air diarahkan untuk menuju ke aliran Sungai Metro.

“Kita bentuk konturnya, supaya nanti di wilayah yang tinggi itu langsung mengalir sendiri di sungai Metro,” imbuh Wahyu.

Menurutnya, untuk di wilayah Jalan Galunggung, akan ada beberapa titik yang akan dilakukan sudetan. Sebab menurutnya, juga harus menyesuaikan kontur dan ketinggian tanah di kawasan tersebut.

“Sementara ini di Galunggung itu nanti masuk langsung ke sungai Metro, jadi kita tarik untuk masuk ke sungai Metro, itu pada ketinggian tertentu jadi gak semua,” jelas Wahyu.

Skema serupa juga akan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di titik lain. Wahyu mengatakan, untuk tahun 2024 ini rencananya ada sebanyak 30 titik yang akan dilakukan penyudetan.

“Kalau di seluruh Kota Malang itu ada 30 an titik sudetan, tahun ini,” imbuhnya.

Seain menggunakan sudetan, Pemkot Malang juga berencana untuk mengaktifkan jacking untuk mengatasi banjir di Jalan Galunggung. Namun saat ini masih terkendala persoalan hukum.

Sementara untuk Dalam masterplan tersebut Pemkot Malang telah menyusun skema daerah aliran drainase (DAD) berdasarkan daerah aliran sungai (DAS) yang melintas di Kota Malang. Totalnya, ada sebanyak 35 skema DAD dari 5 DAS.

Rinciannya, 10 skema DAD di wilayah DAS Brantas Hulu. Sebanyak 10 skema DAD di DAS Bango. 1 skema DAD di DAS Amprong, 9 skema DAD di DAS Metro dan 4 skema DAD di Sub DAS Sukun.

Pada masterplan drainase ini, Pemkot Malang merencanakan anggaran hingga sebesar Rp 1,8 Triliun. Dimana dalam rencananya, pelaksanaan anggaran dibagi hingga tahun 2027.(Djoko W)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *