31 Agustus 2025

Dies Natalis ke-18 Ma Chung Kukuhkan Dua Gubes Usung Collective Impact for Sustaining Growth

c1_20250707_10473564

Momen istimewa bersamaan dengan perayaan Dies Natalis ke-18 Ma Chung juga mengukuhkan dua Guru Besar..(Djoko W)

Senin, 7 Juli 2025

Malangpariwara.com – Momen istimewa bersamaan dengan perayaan Dies Natalis ke-18 Ma Chung juga mengukuhkan dua Guru Besar.

Sejalan dengan menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasinya Ma Chung memberi dampak positif dengan mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan.

Peraya’an Dies Natalis ke-18 kali ini mengusung tema “Collective Impact for Sustaining Growth”.

Perayaan yang digelar pada Senin, 7 Juli 2025 ini tidak hanya menjadi momentum refleksi atas berbagai capaian institusi, tetapi juga diwarnai dengan momen bersejarah yaitu pengukuhan dua Guru Besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis: Prof. Dr. Pieter Sahertian, M.Si. dan Prof. Dr. Anna Triwijayati, M.Si.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Stefanus Yufra M. Taneo, M.S., M.Sc., menyampaikan bahwa selama satu tahun terakhir, Ma Chung telah menunjukkan kinerja yang membanggakan dalam berbagai aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari peningkatan jumlah dan kualitas penelitian, perluasan kerja sama internasional, hingga kemajuan signifikan dalam penguatan tata kelola dan sumber daya manusia.

Acara yang digelar di Balai Pertiwi Universitas Ma Chung ini dihadiri oleh jajaran pimpinan
universitas, dosen, mahasiswa, mitra industri, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof.Dr. Dyah Sawitri, M.M, serta tokoh-tokoh pendidikan dari dalam dan luar negeri.

Suasana penuh apresiasi dan semangat akademik mewarnai perayaan ini sebagai simbol kematangan dan pertumbuhan berkelanjutan institusi yang berdiri sejak tahun 2007.

“Kehadiran dua Guru Besar baru ini tidak hanya memperkaya khasanah keilmuan di lingkungan kampus, tetapi juga memperkuat reputasi Universitas Ma Chung sebagai institusi yang siap bersaing secara global,” ungkap Rektor.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Pieter Sahertian, M.Si. membawakan topik mengenai ”Kepemimpinan
Berbasis Nilai-Nilai Budaya: Tantangan Pemimpin di Tengah Keragaman Budaya Global dan Etika Kepemimpinan Digital” – yang merupakan sebuah gagasan dan pemikiran kecil setelah melalui sejumlah perenungan, refleksi ilmiah dan interaksi akademik.

Kesimpulan dari orasi Ilmiahnya;

  • Kepemimpinan berbasis nilai merupakan landasan penting dalam menciptakan organisasi yang berkelanjutan dan berintegritas.
  • Di era globalisasi, para pemimpin harus menghadapi tantangan keberagaman budaya yang semakin kompleks.
  • Dalam era global yang ditandai dengan digitalisasi berbasis teknologi, diperlukan peningkatan kepemimpinan yang beretika.

Sementara itu, Prof. Dr. Anna Triwijayati, M.Si. mengangkat tema “Prosumption di Era Kapitalis Digital: Monetisasi atau Kreatifitas?”, menyoroti pergeseran peran konsumen menjadi produsen
digital dalam era ekonomi berbasis platform.

“Gelar Guru Besar adalah kehormatan sekaligus amanah. Para dosen dituntut untuk tidak hanya produktif secara ilmiah, tetapi juga menjadi motor perubahan di masyarakat,” tutur Anna dalam sambutannya.

Ketua Yayasan Harapan Bangsa Sejahtera, Bp. Tee Teguh Kinarto, dalam sambutannya
menyampaikan harapan agar semangat Dies Natalis ini menjadi penyemangat baru untuk terus menapaki visi strategis universitas.

“Universitas Ma Chung kini memasuki usia dewasa. Dengan semangat kolektif, kami percaya Ma Chung akan mencapai tujuannya menjadi universitas unggul, pilihan masyarakat, dan mandiri pada tahun 2027,” ujarnya.

Perayaan ini juga menjadi ajang pemaparan Laporan Rektor yang mencakup capaian dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kerja sama, kemahasiswaan, serta eksistensi publikasi ilmiah dan media. Di antaranya, Universitas Ma Chung mencatat lebih dari 125 publikasi ilmiah, peningkatan kerja sama internasional, serta eksistensi media yang tumbuh signifikan mencapai 258 liputan online sepanjang tahun akademik.

Dengan pengukuhan dua Guru Besar dan berbagai pencapaian lainnya, Universitas Ma Chung
menegaskan posisinya sebagai institusi yang terus berkembang melalui dampak kolektif untuk
pertumbuhan yang berkelanjutan.

Hadir Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof.Dr. Dyah Sawitri, M.M Memberikan sambutan lebih kepada pesan bahwa gelar guru besar merupakan bentuk kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Para dosen dituntut tidak hanya produktif secara ilmiah, tetapi juga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Di kesempatan tersebut, ia juga menjabarkan program “Kampus Berdampak” Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), yang menekankan pentingnya nilai dan kontribusi nyata dari perguruan tinggi.

Menurutnya, kampus harus menghasilkan karya-karya berdampak seperti hilirisasi, ketahanan pangan, dan pengentasan kemiskinan agar benar-benar menjadi agen perubahan. (Djoko W)