Menu unik di Terminal Kopi Malang Pasar Raya Dinoyo

Salahsatu menu unik di terminal kopi Malang ( foto : Djoko Winahyu )

MALANG – Baru tiga hari di buka, Pujasera yang diberinama Terminal kopi Malang ini sudah lumayan dikunjungi pembeli.

Lokasi Terminal Kopi Malang Pasaraya Dinoyo ini berada dilantai 2 Pasar Dinoyo bersebelahan dengan Mall Ramayana.

Setelah diresmikan Ketua Paguyuban Terminal Kopi Malang, Heryanto bersama Ketua Kadin UMKM, Imam Abda’i, pengunjung mulai mengenal tempat nongkrong ini.

Selain gerai aneka kopi, sederet olahan makanan yang siap menggoyang lidah para pengunjungnya juga tersedia, mulai dari soto, cwie mie, nasi belut, dawet ayu, hingga jajanan kebab mini. 

Owner Soto bathok Yuniektanta

Salah satu Stan kuliner yang cukup menarik dan diminati pengunjung adalah Soto Batho’ ( tempurung kelapa) milik Yuniektanta warga Bunga vinolia gg2 no 36b Jatimulyo lowokwaru.

Owner Soto Batho’ atau Batok biasa dipanggil Yuni menjelaskan kenapa sotonya di berinama Soto Batho’ , menurutnya, karena Soto spesial ayam buatannya disajikan menggunakan wadah dari tempurung kelapa yang cukup unik dan harganya sangat terjangkau.

“Pokok khas tersendiri sifatnya gak golek untung terlalu banyak sambil ibadah, mahasiswa, pelajar dan masyarakat kecil ben kuat tuku soto bathok rasa depot,” ujarnya sambil tertawa.

Masalah rasa tidak diragukan lagi, Soto Batho’ buatan Yuni asli punya Khas nusantara dengan bumbu rempah pilihan.

Pengunjung yang mencucipi soto bathok

“Dengan bumbu alami yang telah tersedia di Alam Nusantara yang telah di wariskan para leluhur serta resep asli yang telah diteliti dengan cermat, maka munculah ide Soto Bathok yang sekarang bisa dinikmati oleh masyarakat mulai tingkat bawah hingga kelas atas karena dengan harga yang cukup murah sekali yaitu RP.6000 saja anda bisa menikmati Soto yang sangat luar biasa sekali bahkan dengan mengunakan wadah yang sangat unik dan khas tempo dulu yaitu tempurung kelapa (bathok) tetapi dengan rasa yang akan membuat anda ketagihan,” ungkap Yuni yang ditemani istrinya promosi.

Terminal Kopi Malang ini memang lokasinya pun sangat strategis berada di tengah tengah pusat keramaian dan diapit berbagai perguruan tinggi di Kota Malang.

” Saya berharap pengunjung bisa memberi masukan agar sajian kami bisa diterima masyarakat pungkas,” owner Soto Batho’ yang notabene juga seorang jurnalis Malang.

Salah satu pengunjung Terminal Kopi Malang pasaraya Dinoyo Ning Hidayati warga vila bukit tidar yang saat itu ditemui Wartawan Malangpariwara berkomentar bahwa Soto batok yang baru disantapnya beramai ramai dengan beberapa wartawan, rasanya udah pas untuk ukuran ibuk ibuk. Udah cukup gak terlalu banyak porsinya, dan tidak mahal, namun untuk porsi laki laki mungkin kurang banyak.

“Kayaknya di Malang belum banyak yang jual soto seperti itu karena soto itu khas tulung Agung sepertinya,” kata wanita yang berprofesi sebagai reporter Radio milik pemerintah( RRI )itu.

Tempat yang strategis untuk nongkrong

Hal senada disampaikan Angga wartawan Malangtimes yang saat itu juga makan di Terminal Kopi Malang” cocok kalau untuk kudapan, jadi gak kenyang kenyang amat. Lebih sip lagi karena dilengkapi dengan Wifi sehingga wartawan bisa makan siang nongkrong sambil ngerjakan berita,” harapnya.(*) ( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *