Ini yang Dilakukan Dosen FTP UB untuk UKM ” Rama” Tingkatkan Produktivitas Kripik Kentang


Tiga Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB)yang diketuai Dr Siti Asmaul Mustaniroh, Jaya Mahar Maligan, dan Widya Wijayanti didepan rumah kaca

KOTA BATU – Kota Batu merupakan penyumbang kentang terbesar di Jawa Timur. Salah satu penghasil kentang terbesar kota Batu ada di desa Sumberbrantas.

.
Dengan luas areal pertanian mencapai 325 ha dan 80% dari lahan pertanian ditanami tanaman kentang, desa Sumberbrantas mampu memproduksi kentang hingga 21,633 ton per tahunnya.

.
“UKM “Rama” merupakan produsen keripik kentang terbesar di Kota Batu dengan kapasitas produksi kentang mencapai 210 kg per hari,” ungkap Siti Asmaul Mustaniroh salah satu tim Dosen FTP UB.

Petani kentang

.
Namun, dalam pengembangannya, usaha keripik kentang ini mengalami beberapa kendala antara lain keterbatasan teknologi dalam proses pengeringan yang mengandalkan sinar matahari selama minimal dua hari dikombinasikan dengan oven ruangan dengan energi LPG dan blower dengan kualitas dan kuantitas kurang maksimal.

.
Kendala yang dialami UKM ” Rama” ini memantik tiga Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) yaitu Siti Asmaul Mustaniroh, Jaya Mahar Maligan, dan Widya Wijayanti melakukan inovasi diseminasi teknologi dengan Pengering Kabinet Rumah Kaca berskala Teknologi Tepat Guna bersifat Proven Technology dengan harapan agar UKM Rama bisa mencapai target permintaan konsumen.

.
“Alat tersebut bisa digunakan untuk kapasitas 200-300 kg per proses dengan dimensi Rak pengering (100 x 60 x 180) cm dan luas 24,75 m2 berkapasitas 200-300 kg per proses,” timpal Widya Wijayanti.

.
Jaya Mahar Maligan Dosen lainnya juga menjelaskan bahwa data menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna tersebut efektif dapat meningkatkan kinerja pengeringan empon-empon dan produk herbal di Balai Medica Batu.

.

“Beberapa keuntungan alat ini antara lain meningkatnya efisiensi dan produktivitas penggunaan tenaga kerja. Data menunjukkan adanya penurunan waktu kerja yang dibutuhkan untuk proses pengeringan hingga sebesar 30%,” jelasnya.

.
Selain itu, alat ini juga memungkinkan tercapainya permintaan konsumen karena adanya efisiensi energi yang mengkombinasikan panas dari matahari dan energi LPG melalui penggunaan sistem kontrol.

.
Dengan demikian selain lebih hemat energi, penggunaan alat ini juga mampu menekan biaya produksi dengan kualitas hasil yang lebih optimal.Tim berharap “kedepan UKM Rama dapat meningkatkan produksi keripik kentang dengan maksimal sesuai permintaan konsumen dengan kualitas dan efisiensi produksi yang berdaya saing,” pungkas ketiga dosen penemu diseminasi teknologi dengan Pengering Kabinet Rumah Kaca.(*) ( JKW )

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *