Tandatangan Sudah Elektronik, Dokumen Adminduk di Kota Malang Tak Perlu Legalisir

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, Eny Hari Sutiarni

Rabu, 11 Maret 2020

.
MALANG – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, Eny Hari Sutiarni menyebut, seluruh dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) di Kota Malang tak perlu lagi dilegalisir.

.
Berdasarkan Perpres no.109 th 2019 pasal 12 untuk formulr kutipan dan register dispendukcapil hanya menyediakan kertas HVS A4 80 gram.

.
Sementara Kalau sudah tandatangan elektronik tidak perlu legalisir & KTP-el tidak perlu legalisir itu dasarnya dari permendagri no.104 .

.
Dimana seluruh dokumen yang telah dibubuhi tandatangan elektronik tak harus dilegalisir. Terutama untuk berbagai kegiatan yang membutuhkan dokumen adminduk.

.
“Jadi semua sudah pakai tandatangan elektronik, nggak pakai legalisir lagi,” katanya.

.
Meski begitu, menurutnya masyarakat akan tetap mendapat layanan bagi yang ingin melakukan legalisir. Pasalnya, di Kota Malang masih banyak warga yang menggunakan dokumen format lama. Diantaranya seperti akta kelahiran hingga kartu keluarga.

.
“Untuk yang dokumen lama masih bisa legalisir,” tambah dia.

.
Perempuan berhijab itu menyampaikan, dalam aturan baru tersebut, dokumen administrasi nantinya tak akan menggunakan kertas hologram, melainkan kertas HVS 80 gram. Hal itu juga sesuai dengan instruksi dari Kemendagri.

.
“Jadi nanti yang berhologram itu hanya KTP dan KIA saja, selebihnya itu gunakan kertas HVS 80 gram,” terang Eny.

.
Lebih jauh dia berharap agar masyarakat lebih tertib administrasi. Dia mengimbau agar masyarakat selalu rutin mengupdate data administrasi kependudukan. Salah satunya kartu keluarga, yang pastinya memang selalu mengalami perubahan.

“Seperti yang anaknya sudah menikah agar KK dipecah, nggak masalah meski tinggal di satu rumah. Toh semuanya gratis,” pungkasnya.

.
Untuk memudahkan segala urusan, warga masyarakat bisa segera mengurus KTP elektroniknya dan Kartu Keluarganya yang ter Update.

.
“Blangko KTP kita ada 40 ribu, yang sudah tercetak 14 ribuan sekarang ini kurang 25 ribuan tersisa, kita genjot terus untuk cetak,” pungkas Eny.(*) ( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *