Profesor UB Ciptakan Varietas Jagung Unggul Yang Futuristik

Foto: Ini Dia Varietas Jagung Unggul Ciptaan Profesor UB

Rabu, 24 Juni 2020

Malangpariwara.com
Sebagai komoditas pakan dan pangan, peningkatan produktivitas dan nilai fungsional tanaman jagung merupakan isu strategis.

Tidak salah jika Kebijakan pemerintah untuk menghentikan impor komoditi jagung dinilai sebagai langkah positif. Sebab, Indonesia dikenal sebagai negara produsen jagung.

Hal itulah yang memantik
Prof. Ir. Arifin Noor Sugiarto, MSc., PhD. akademisi UB ini mencoba mengembangkan varietas jagung unggul yang futuristik.

Kerja keras meneliti dan menemukan hasil varietas jagung unggul tersebut, Arifin mendapatkan gelar profesor di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

” Saya sangat setuju Kebijakan pemerintah untuk tidak impor jagung sangat bagus untuk membantu petani lokal dari kebangkrutan. Dikarenakan harga pupuk di Indonesia termasuk mahal. Jika harga produk pertanian tidak bisa bersaing, kasihan petani,” tukas Prof Pertanian UB ini , Rabu (24/6/20).

Prof. Ir. Arifin Noor Sugiarto, MSc., PhD.

Prof Arifin berpendapat, jika kebijakan pemerintah itu harus didukung dengan produktivitas dan kualitas jagung yang bagus. Karena penggunaan metode konvesional dianggap belum cukup, sehingga diperlukan terobosan modern melalui bioteknologi pertanian.

“Bioteknologi sangat relevan diimplementasikan dalam perakitan varietas jagung karena tidak membutuhkan waktu lama. Saya bersama kelompok peneliti jagung di Maize Research Center (MRC) UB sudah cukup lama mengkaji dan mempelajari bioteknologi dalam perakitan varietas jagung unggul baru yang futuristik,” ungkapnya.

Metode induksi mutasi menjadi pilihan ideal ke depan dalam perakitan varietas yang futuristik setelah dikaji dan diteliti melalui berbagai metode bioteknologi pasalnya metodenya sederhana, cepat, murah dan seusai dengan konteks di Indonesia.

Akademisi bidang ilmu bioteknologi pertanian ini menambahkan bahwa
untuk meningkatkan produktivitas jagung, opsi memperluas areal hanya mungkin di beberapa daerah saja. Sedangkan di daerah marginal, bibit jagung jagung yang mempunyai kemampuan adaptabilitas yang tumbuh bagus.

Beberapa mutan hasil temuan riset yang mempunyai karakter futuristik telah berhasil didapatkan dan dipatenkan dalam Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Diantaranya super root corn yang mempunyai akar lebat dan kuat, super blue corn dengan anthosianin tinggi, mutan lethal pink, dan candy sweet corn yaitu jagung manis yang berwarna kombinasi pink.

“Jagung super root saat ini telah dikembangkan menjadi varietas jagung unggul hibrida dan telah dihilirisasi ke petani di Indonesia sebagai benih jagung unggul baru yang beradaptasi baik di lahan marginal,” ungkap Arifin.

Selain menciptakan bibit unggul, pihaknya juga memiliki kewajiban pengabdian masyarakat melalui kegiatan peningkatan SDM petani jagung. Pasalnya, di Indonesia, kendala pengembangan komoditi ini adalah keterbasatan peralatan dan biaya.

“Di negara kita sebenarnya banyak ahli yang bisa mengikuti perkembangan, tetapi itu memerlukan SDM yang lebih tinggi. Sehingga riset sudah jauh, tetapi praktik yang digunakan di masyarakat terkadang masih tertinggal,”pungkas Ir. Arifin Noor Sugiharto, MSc.,Ph.D ( Bidang Ilmu Bioteknologi Pertanian).

Ir. Arifin Noor Sugiharto, MSc.,Ph.D ( Bidang Ilmu Bioteknologi Pertanian) ini, dikukuhkan sebagai Profesor ke-42 di FP, prof aktif ke-183, dan prof ke-260 yg dihasilkan UB.( JKW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *