Pionir IBU Malang Terapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) Sebelum Pandemi

Senin, 4 April 2022

Malangpariwara.com
Disaat orang belum memikirkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), IKIP BUDI UTOMO (IBU) Malang sudah membuat program tersebut, hingga akhirnya kampusnya terkena moratorium tidak boleh menerima mahasiswa baru, karena melanggar rasio dosen mahasiswa.

Hal ini disampaikan Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi saat menjadi narasumber diacara UKW Angkatan 40 yang digelar di kampus Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko MSi, mungkin salah satu rektor yang memiliki pemikiran jauh ke depan sebelum Pandemi.

Seperti biasa Rektor berjiwa muda dan sangat akrap dengan wartawan itu datang ke Kampus Biru tersebut. Disana ia sudah ditunggu calon wartawan Madya yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 40, Rabu (30/3/22) lalu.

Saat memasuki ruangan, pria kelahiran Blitar 1961 mengenakan busana kasual. Berkaos lengan pendek warna putih, dipadu dengan celana jins hitam dan topi warna abu-abu. Dia lantas membeberkan kehidupan pribadinya, utamanya terkait selama menjadi Rektor IKIP Budi Utomo Malang.

Menurut Nurcholis, sejak kecil ia tidak pernah memiliki cita-cita khusus ketika setelah menjadi dewasa. Justru sejak sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), dirinya mengidolakan tokoh pejuang revolusi dari Argentina, Che Guevara.

“Saya juga mengidolakan tokoh Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel. Beliau orang yang punya kreativitas, orang yang selalu menemukan pintu baru jika semua pintu tertutup. Saya juga suka dengan film Escape from Alcatraz yang dibintangi Clint Eastwood. Bagaimana tokoh ini bisa melarikan diri dari penjara yang sudah tertutup semua,” katanya.

Tokoh-tokoh ini, jelas Nurcholis, sangat mempengaruhi kehidupannya dalam sehari-hari. Setiap waktu dia harus mampu membuat kreativitas. Bahkan kadang-kadang harus mendobrak pakem pendidikan yang sudah ada, meski memiliki dampak buruk baginya.

Hal itu pernah ia alami, saat dirinya membuat inovasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Karena program kuliah PJJ ini memudahkan mahasiswa bisa kuliah dari mana saja, akhirnya membuat peminatnya sangat banyak.

“Saya menjebol kebiasaan kuliah harus di dalam ruangan. Saya buat program PJJ. Waktu itu, PJJ sangat tidak lazim. Karena kemudahannya, mahasiswa mencapai 21 ribu dengan jumlah dosen hanya 56 orang. Hal ini akhirnya yang membuat kampus ini dimoratorium membuka mahasiswa baru selama setahun, tepatnya pada 2015,” ungkapnya.

Nurcholis mengatakan, sanksi moratorium ini diberikan kepada IKIP Budi Utomo Malang karena aturannya antara rasio mahasiswa dan dosen tidak berimbang. Sanksi juga tidak hanya pada kampus, dirinya juga dipaksa menanggalkan jabatannya sebagai rektor selama satu tahun.

“Setelah sanksi dicabut, saya diangkat lagi menjadi rektor. Namun sanksi itu bagi saya hal wajar. Karena setiap inovasi pasti mengandung konsekuensi. Termasuk konsekuensi hukum dengan dimoratorium dan dicopotnya jabatan saya sebagai rektor,” ungkapnya.

Sekarang, lanjutnya, PJJ sudah hal biasa dilakukan. Namun PJJ dilakukan bukan karena inovasi, tapi karena terpaksa adanya pandemi Covid-19.

“Saya punya ide mambuat PJJ itu karena saya melihat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar di bangku kuliah,” katanya lagi.

Foto bareng asesor dan peserta UKW kelas Madya Dr Nurcholis Sunuyeko MSi memakai kaos berkerah dipadu dengan celana jeans dan topi.(Djoko W)

Terkait busana setiap hari yang ia kenakan, pria yang sejak kecil dan besar di Malang ini mengaku, lebih nyaman menggenakan busana kasual. Seperti memakai kaos berkerah dipadu dengan celana jeans dan topi.

“Saat ke kampus, saya juga menggunakan pakaian yang santai. Sekali-sekali memakai jas di momen-momen khusus yang mengharuskan saya memakainya. Tapi di luar itu, saya lebih memilih pakaian sederhana,” tutupnya. (Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *