Krisis Darah di PMI BPF dan PWI Malang Raya Baksos Donor Darah

Foto: Peserta Donor darah awak media . Foto: Agus N

Minggu, 19 Juni 2022

Malangpariwara.com – Peringati hari donor darah sedunia, PT Bestprofit Future (BPF) Malang bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya menggelar donor darah. Mengusung tema “Donorkan Darahmu Sehatkan Tubuhmu untuk Aksi Kemanusiaan”, ditargetkan seratus kantong darah dapat diperoleh dalam kegiatan ini.

Hal ini dilakukan mengingat kebutuhan kantong darah terbilang tinggi di Kota Malang. Di sisi lain ketersediaan semakin menipis.

Kepala Cabang BPF Malang Andri memberi sambutan(Djoko W)

Kepala Cabang BPF Malang Andri mengatakan, aksi kemanusiaan bersama ini, sebagai bentuk kepedulian. Baik dari karyawan BPF Malang maupun anggota PWI Malang Raya. Terlebih, kebutuhan darah di Kota Malang terbilang cukup tinggi, sekitar 200 hingga 300 kantong darah per hari.

“Selama dua tahun terakhir, selama pandemi sangat berkurang aksi donor darah. Maka kali ini ada 160 karyawan BPF yang akan siap berpartisipasi,” ujarnya di lokasi donor darah BPF Tower Malang lantai 3, Sabtu (18/6/2022).

Andri berharap, dengan niat tulus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah, nantinya akan kembali saat kita atau orang terdekat membutuhkan.

“Apapun kebaikan yang kita lakukan, pahala akan mengalir kembali pada kita,” tuturnya.

Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono bersama pengurus berpartisipasi ajak anggotanya untuk Donor Darah(Djoko W)

Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono mengaku sangat mengapresiasi aksi sosial ini. Pasalnya, ia kerap mendapat informasi terkadang stok darah di PMI berkurang. Sehingga langkah ini tepat untuk menabung pahala dengan peduli kepada sesama.

Kepala Cabang BPF Malang Andri bersama Ketua PWI Malang Raya, Ir Cahyono meninjau pelaksanaan donor darah.(Djoko W)

“Sinergitas antara BPF dan PWI Malang Raya telah berjalan lama, tak hanya kali ini. Ada banyak kegiatan terutama kegiatan sosial, ini patut ditingkatkan. Andai semua perusahaan seperti BPF, maka tak ada warga yang susah,” ucapnya,

Lebih lanjut menurutnya, aksi sosial ini tidak boleh berhenti sampai disini saja, perlu upaya-upaya lanjutan agar dapat membantu Pemerintah daerah setempat. Agar kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terwujud.

“Donor darah ini sebagai bentuk aksi sosial penyelamatan, agar banyak nyawa terselamatkan,” tandasnya.(Djoko Winahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.