Polinema Tuan Rumah Lokakarya Kurikulum Nasional Prodi Pertambangan

Jum’at, 9 Juni 2023
Malangpariwara.com – Politeknik Negeri (Polinema) menjadi tuan rumah Lokakarya Kurikulum Nasional. Lokakarya ini khusus mengupas Program Studi Pertambangan diikuti 59 Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Diharapkan hasilnya dapat menyeragamkan kurikulum Prodi Pertambangan seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Polinema Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT. Lokakarya ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di bidang Pertambangan. Dengan begitu hasil dari Temu Karya ini dapat mengangkat kualitas pendidikan dan memenuhi kebutuhan industri Pertambangan.
“Lokakarya ini menggandeng seluruh kampus yang memiliki Prodi Pertambangan. Sekaligus menghadirkan pula tiga perusahaan besar Pertambangan,” ucap Supriatna, Jum’at (09/06/’23)
Lebih lanjut Direktur Polinema menyatakan, bahwa nanti hasil dari Lokakarya ini merumuskan metode pembelajaran yang terbaik yang dapat diterapkan di semua kampus.
Ia akui Polinema sebagai tuan rumah pertemuan penting ini, tentunya dapat memetik keuntungan dengan menyempurnakan kurikulum Prodi Pertambangan.
“Bisa melalui Best Practise dari berbagai kampus dan masukan dari industri Pertambangan,” ucapnya.
Hingga nantinya ada Link and Match antara Prodi Pertambangan di seluruh kampus di Indonesia dengan perusahaan Pertambangan.Dengan begitu kompetensi lulusan Prodi D3 Teknik Pertambangan Polinema maupun kampus lain, dapat sesuai dengan kebutuhan SDM di dunia pertambangan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Lokakarya Pertambangan ini Gregorius Aryoko Gautama SKom MT juga mengungkap hal yang sama. ia menuturkan, dalam acara ini khusus Vokasi akan dibahas sertifikasi kompetensi dan Best Learning. Terutama masukan dari PT Valley, PT Andaro dan Freeport, tiga perusahaan besar bidang pertambangan di Indonesia.
“Kira-kira perlu tambahan mata kuliah apa yang nantinya dibutuhkan di dunia pertambangan,” kata Gregorius.
Lebih jauh diuraikan oleh Ketua panitia ini, lokakarya nasional ini melibatkan dan diikuti 59 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Hasil dari Lokakarya ini akan langsung diimplementasikan di tahun ajaran baru 2023 ini.
“Dengan Lokakarya ini seluruh mahasiswa mendapat kompetensi yang sama antar perguruan tinggi. Tinggal yang membedakan Soft Skillnya antar lulusannya saja,” pungkasnya.(Djoko W)