Polinema Ajak Peserta UI Greenmetric Kunjungi TPA Supit Urang Kota Malang

Tempat Pembuangan Akhir Sampah Supit Urang Kota Malang menjadi salah satu tujuan Peserta UI Greenmetric pada kegiatan hari ke 2 di Politeknik Negeri Malang (Polinema).(ist)
Jum’at, 22 September 2023
Malangpariwara.com -Tempat Pembuangan Akhir Sampah Supit Urang Kota Malang menjadi salah satu tujuan Peserta UI Greenmetric pada kegiatan hari ke 2 di Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Polinema bersama Peserta UI Greenmetric mengunjungi TPA ingin melihat langsung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang.

Polinema di wakili oleh Wadir Bidang kerjasama dan pengembangan, Prof. Ratih Indri Hapsari, ST., MT., Ph.D., Dosen serta perwakilan dari mahasiswa.
Rombongan diterima Mirza Ronald Adisaputra, SE., MM. selaku Kepala UPT Pengelolaan Sampah di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang di Auditorium Gedung Workmanship.
Pada kunjungan ini peserta UI Greenmetric banyak melakukan sharing dan menggali pengetahuan tentang keberhasilan pemerintah Kota Malang dalam pengolahan sampah.Peserta mengunjungi ke berbagai pemrosesan sampah Supit Urang dengan di pandu petugas TPA, melihat proses yang di gunakan TPA terutama Teknologi yang diterapkan. Proses pengolahan sampah organik maupun non-organik.
Dalam keterangannya, Mirza Ronald Adisaputra, SE., MM., mengatakan bahwa TPA Supit Urang Kota Malang sudah menerapkan beberapa Teknologi yang ramah lingkungan dalam pengolahan sampah.

“Teknologi Sanitary Landfill digunakan di TPA Supit Urang Kota Malang. Sistem Teknologi Sanitary Landfill akan meminimalisir dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara sehingga lebih ramah lingkungan dengan mengurangi aroma tidak sedap dan limbah yang dibuang juga telah memenuhi standar,” ungkapnya.
Dikatakan Mirza, TPA Supit Urang mengelola kurang lebih 505–550 Ton sampah per-hari, hanya dari Kota Malang saja. Sebenarnya sampah dari Kota Malang totalnya 750 – 760 Ton per-hari, selisih jumlah sampah sudah dipilih dan dipilah di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang berada di beberapa tempat di Kota Malang.
“Di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) sampah dipilah dan dipisahkan dahulu sebelum masuk ke TPA untuk menyeleksi jenis sampah, baik sampah organik maupun sampah non organik supaya di TPA sampah dari truk bisa langsung masuk ke mesin pengolahan sampah,” jelasnya.
Diketahui, Karyawan TPA berjumlah 88 orang terbagi di beberapa divisi, Bagian Administrasi, Shorting, Kompostake, ETF, Renfil dan beberapa bagian lainnya. Pada bagian pemisah sampah ada 12 orang bertugas memisahkan jenis material sampah karena beberapa jenis sampah yang nantinya bisa di daur ulang. Seperti contoh pada sampah jenis plastik dan sejenisnya.

“Saat ini hasil cacahan sampah non-organik belum bisa dimanfaatkan secara optimal akhirnya hasil sampah cacahan itu masih menumpuk di TPA Supit Urang karena regulasi Peraturan atau Perda yang mengatur hasil cacahan yang tidak boleh diperjual belikan,” tukasnya.
Sampah organik akan masuk ke Kompostake area, sarana dan prasarana Teknologi untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Kapasitas produksi 15 Ton perhari yang menjadi kompos per-hari 1-2 Ton. Saat ini ketersediaan kompos di TPA Supit Urang kurang lebih ada 90 Ton,” imbuhnya.
Salah satu Teknologi di TPA, Ltb aerok Teknologi pengolahan air limbah TPA, pengolahan air lindi di Supit Urang sehari bisa sampai 300 M³.
“Teknologi ini untuk mengolah air limbah sampah kemudian di proses menjadi air bisa di gunakan untuk keperluan sehari-hari, memasak, mandi hingga bisa di gunakan untuk kebutuhan air minum,” tandasnya mengakhiri.( Djoko W)