Pendampingan Penguatan Manajemen dan Produk Nanas Pasca Panen untuk Penambahan Value Added

Tim Pengabdian Masyarakat UB melakukan Pendampingan untuk membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Asri Sejahtera.(UB)
Minggu, 22 Oktober 2023
Malangpariwara.com – Universitas Brawijaya (UB) melalui tim pengabdian masyarakatnya telah berhasil melakukan pendampingan penguatan manajemen dan produk untuk penambahan value added pada produk nanas pasca panen.
Pendampingan ini dilakukan untuk membantu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Asri Sejahtera di Sumberasri dalam mengatasi permasalahan penjualan produk mentah nanas tanpa pengolahan lebih lanjut.
Pengabdian yang diketuai oleh Dr. M. Khoiru Rusydi berlangsung pada periode April 2023 – Oktober 2023.
Beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan tim pengabdian masyarakat, warga desa, dan pihak terkait.
Dalam FGD ini, dibahas berbagai aspek terkait pengembangan produk turunan dari nanas, seperti selai, jus, nanas kering, atau produk olahan lainnya.
Hasil dari FGD ini adalah pemahaman yang lebih baik tentang potensi produk turunan dari nanas serta ide-ide konkrit untuk produk-produk baru yang dapat dikembangkan dan merujuk pada produk olahan nanas berupa selai nanas.
Selain itu, tim pengabdian masyarakat juga memberikan sosialisasi tentang manajemen mutu kepada para petani dan produsen lokal yang terkait dengan BUMDes.
Pelatihan ini mencakup konsep pengawasan kualitas produk, standar produksi, dan pentingnya menjaga kualitas dalam seluruh rantai produksi.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang kualitas produk serta komitmen untuk menjaga standar kualitas yang lebih tinggi.
Tak hanya itu, tim pengabdian masyarakat juga memberikan pelatihan praktis kepada masyarakat desa tentang cara membuat selai nanas yang berkualitas.
Pelatihan ini meliputi langkah-langkah teknis seperti pengupasan nanas, proses pengolahan, pengemasan yang benar, dan pengawasan kualitas produk
Akan tetapi, masih ada beberapa kendala seperti alat dan SDM yang perlu dianggarkan untuk produksi lebih massif sehingga tidak menutup kemungkinan pengabdian ini masih akan terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.(*)
Penulis Artikel: Dr. M. Khoiru Rusydi