Plafon Pasar Buku Wilis Jebol, Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi Langsung Temui Pedagang
Minggu, 5 November 2023
Malangpariwara.com – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kota Malang Sabtu siang (4/11/23) menyebabkan ambrolnya plafon tiga lokasi kios yang di tengarai tak kuat menahan limpahan air hujan.
Mendapat informasi dari pedagang buku Wilis, Arief Wahyudi SH anggota DPRD Kota Malang langsung meninjau lokasi pasar buku Wilis dan ditemui langsung oleh Udin pemilik Kios no 20.

Kepada Arief Wahyudi, Udin menceritakan awal mula jebolnya Plafon di beberapa lokasi toko bagian depan.
“Saat hujan deras mengguyur Kota Malang selang satu jam tiba tiba terdengar suara keras plafon secara bersamaan di beberapa titik jebol disertai air yang tumpah ruah masuk ke kios dan sebagian membasahi buku buku dagangan,” cerita Udin pedagang buku yang sudah berjualan di Wilis sejak 29 tahun yang lalu.
Ditengarai air meluap di talang karena saluran pembuangan tersumbat daun kering yang memang tumbuh di sepanjang kios.
” Padahal 4 hari yang lalu sudah kita bersihkan atap kios hingga dapat 20 karung sampah daun,” timpal Sodik tetangga kios Udin sambil membersihkan bekas genangan air di depan kiosnya.
Keluhan pedagang ditampung Arief Wahyudi yang nantinya akan segara diteruskan ke dinas terkait.
“Mumpung pekerjaan rehab pertokoan buku Wilis belum selesai semua, saya minta kepada penyedia dalam hal ini pemborong maupun Diskoperindag selaku pemangku pertokoan buku Wilis untuk segera membenahi kerusakan akibat hujan kemarin,” pintanya.
Lanjut AW, terpenting
perlu dilakukan solusi atas saluran atas atau talang yang kemarin sudah terbukti tidak mampu menampung air hujan sehingga meluber ke dalam yang mengakibatkan plafond jebol.
“Saya minta kepada perangkat Daerah terkait dalam hal ini Diskoperindag berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan hidup agar ada pengeprasan pohon yang menjuntai ke atap pertokoan, karena dedaunan dari pohon disekitar pertokoan diindikasikan juga menutupi saluran air,” pungkas anggota Dewan Dapil Klojen itu.(Djoko W)