Pemkot Malang Apresiasi XL Axiata Peduli Dorong Efektivitas Pemanfaatan Modal UMKM Perempuan
Selasa, 7 November 2023
Malangpariwara.com –
(XL Axiata) sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka melalui program XL Axiata Peduli memberikan bantuan literasi Pemanfaatan Modal UMKM Perempuan, serta permodalan yang akan di berikan pada sesi terakhir pendampingan selama 3 Bulan.
Lewat Program Sisternet, XL Axiata mendorong kemajuan sektor UMKM di Kota Malang, khususnya UMKM yang digerakkan kaum hawa atau lebih banyak kaum ibu-ibu. Kaum ibu-ibu ini menjadi fokus karena kaum ini lebih dominan menggerakkan UMKM dibandingkan dengan kaum laki-laki yang lebih banyak sebagai kaum pekerja.

Ibu-ibu dinilai punya daya tahan secara ekonomi yang lebih baik. Hal ini berkaca pada kasus-kasus yang berpengaruh pada sektor ekonomi, seperti terjadi krisis pada 98 maupun pandemi Covid 19 yang beberapa tahun melanda Indonesia.
“Seperti saat krisis 98, ibu saya benar-benar survive agar kita tidak kolaps secara ekonomi, kemudian saat pandemi, banyak ibu-ibu melahirkan UMKM – UMKM baru,” jelas Regional Group Head XL Axiata East Region, Dodik Ariyanto.
Selain itu, secara ekonomi, kaum ibu-ibu lebih memiliki sensitivitas terhadap hal yang berbbau ekonomi. Maka dari itulah, program ini lebih fokus terhadap kaum ibu-ibu. Kaum ibu-ibu jika diajarkan sebuah juga lebih vokal atau kritis.
“Mereka tidak hanya sekedar menjawab ‘iya’. Nah kritis ini yang kita butuhkan untuk sharing satu sama lain, networking ini yang kita butuhkan,” paparnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, bahw kaum Ibu-ibu ini juga memiliki sisi yang berbeda dengan kaum bapak-bapak. Keinginan maju pun menurutnya juga lebih kuat kaum ibu-ibu dibandingkan kaum bapak-bapak.
“Yang ketiga, kalau bicara kolaborasi, kaum ibu-ibu ini lebih mudah berkolaborasi, makanya kita bicara sisternet ini bukan sekali sentuh selesai, ini terus berlanjutan. Dna kita harapkan UMKM Kota Malang ada sisterhood dengan UMKM dari daerah lainnya, mereka saling sharing dan mengembangkan satu sama lain,” katanya.
Bahkan lebih dari itu, rencana pengembangan Sisternet juga akan merambah pada wacana ekspor barang sektor UMKM. Tetapi hal ini tentu tidak dapat terwujud hanya satu kali seminar saja, melainkan terus berkelanjutan dan terus bersinergi dengan berbagai pihak yang mendukung kemajuan sektor UMKM.
“Nah kita masuknya jangka panjang, menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pelatihan yang dilakukan, mendapatkan antusias yang tinggi dari para pelaku UMKM di Kota Malang. Sebelum ada lebih dari 200 UMKM yang mendaftar. Tetapi, dari jumlah tersebut, dikurasi menjadi 27 UMKM yang mengikuti pelatihan dan mendapatkan akses modal.
Kurasi dilakukan dengan ketat berdasarkan beberapa kriteria; mulai dari skoring, keseriusan, hingga rekomendasi dari komunitas agar peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan peserta yang benar-benar ingin maju.
“Ada dari sektor UMKM yang bergerak di kuliner, craft dan lainnya. Nantinya modal akan kita berikan di akhir. Belajar dari sebelumnya kita beri diawal, namun ada yang tidak serius, modal justru habis lebih dulu,” pungkasnya.
Untuk mendukung perempuan sebagai pilar utama keluarga, operator seluler XL Axiata dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meluncurkan aplikasi Sisternet.
Aplikasi ini diharapkan dapat membantu dan mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia terutama untuk meningkatkan kemampuan perempuan Indonesia di era digital.

Senada Kemajuan sektor UMKM di Kota Malang terus digenjot oleh pemerintah Kota Malang. Hal ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang mempunyai visi dan misi yang sama untuk memajukan UMKM.
Dalam memajukan UMKM, tentunya tak bisa dilakukan hanya sehari atau dua hari. Tetapi terus berkelanjutan. Tentu dalam memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM, harus juga dipakai startegi.
Pembinaan diawali dari memberikan literasi atau pengetahuan tentang pengembangan UMKM secara detail agar benar-benar berguna untuk menjalankan bisnis UMKM nyang ditekuni.
“Setalah diberikan ilmunya, kita berikan permodalannya, bagaimana penerapannya. Setelah itu dilakukan pendampingan demi pendampingan. Baru kemudian di evaluasi, learn terus evaluasi,,” kata Ali Mulyanto, Staf Ahli Pembangunan Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia Kota Malang, (6/11/2023) ditemui di salah satu hotel di Kota Malang.
Lebih lanjut, dengan jumlah pelaku UMKM yang sangat banyak di Kota Malang, tentu pemerintah tak dapat bergerak sendiri. Pemerintah harus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita harus berkolaborasi dengan banyak pihak, kelompok-kelompok masyarakat, jadi pemerintahnya juga gerak, melihat ke depan, tidak bisa tidak,” paparnya.

Kemudian, kelompok private sektor atau kelompok-kelompok pengusaha, juga harus diajak kolaborasi. Jika dalam kolaborasi ditemukan konsep yang bagus, tentunya hal tersebut harus diaplikasikan dan dikembangkan guna kemajuan UMKM.
“Begitu juga kalangan akademisi. Mereka harus juga menganalisa terkait potensi yang positif dan negatif, apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan. Termasuk juga berkolaborasi dengan media, tentang apa yang harus disosialisasikan,” ungkapnya.
Terlebih dengan era digitalisasi saat ini, dimana banyak platform media sosial bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk mengembangkan dan mempromosikan usaha dengan jangkauan yang sangat luas. Untuk itulah, pihaknya juga menekankan agar para pelaku UMKM lebih melek digital.
“Namun kelemahan yang masih ditemukan adalah terkait pencatatan, administrasi dan tidak disiplin anggaran. Misalnya anggaran untuk beli kopi malah beli lipstik. Nah kelemahan terkait pencatatan dan kedisiplinan anggaran ini juga harus diperbaiki,” terang Ali.

Terkait kolaborasi dengan XL, pihaknya mengapresiasi program yang dimiliki. Program yang ada dinilai sangat bagus. Yakni, bagaimana mereka melakukan pembinaan litarasi hingga akses permodalan dan pendampingan.
“Tapi tidak selesai disini, harus terus berkesinambungan,” pungkasnya mengakhiri. (Djoko W)