30 Agustus 2025

Kenalkan Jajanan Tradisional, Wali Kota Malang Launching Festival Jajanan Pasar

IMG-20250424-WA0039

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melaunching Festival Jajanan Pasar, Rabu (23/4/2025) di Pasar Klojen. .( Djoko W)

Rabu, 23 April 2025

Malangpariwara.com – Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melaunching Festival Jajanan Pasar, Rabu (23/4/2025) di Pasar Klojen.

Event yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) ini serentak digelar di 4 pasar Kota Malang, yakni Pasar Klojen, Pasar Sawojajar, Pasar Tawangmangu dan Pasar Oro-Oro Dowo.

Festival Jajanan Pasar ini nanti akan berlangsung selama kurang lebih sepekan. Yakni sejak dilaunching hari ini hingga 30April 2025 mendatang. Wahyu pun memberikan apresiasinya atas gelaran tersebut, ia lantas membidik anak muda untuk turut mau datang ke pasar untuk membeli jajan tradisional.

“Kegiatan seperti ini memang harus kita lakukan. Karena kita ingin mengenalkan jajaran-jajanan pasar terutama ke anak muda,” tukas Wahyu.

Tak dapat dipungkiri, saat ini di pasar tradisional pun telah banyak menjajakkan beragam jenis jajanan kekinian. Untuk itulah menurut Wahyu, setidaknya perlu ada upaya untuk dapat mengenalkan jajanan tradisional kepada anak-anak muda di Kota Malang.

Padahal menurutnya, jajanan pasar juga menjadi salah satu bentuk kearifan Kota Malang yang perlu terus dimasyarakatkan. Tak hanya itu, ia meyakini bahwa jajanan pasar yang asli, dibuat dengan tanpa pengawet buatan.

“Selama ini kan anak muda masih belum terlalu care dengan jajanan pasar, padahal jajanan pasar ini punya cerita tersendiri, tidak ada pengawet buatan, banyak gizinya, dan tentunya ini juga merupakan kearifan lokal Kota Malang. Jadi ini harus kita masyarakatkan,” terang Wahyu.

Sementara itu, apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Siraduhita. Dirinya pun meyakini, bahwa event seperti itu akan membuat daya tarik Kota Malang sebagai daerah wisata akan semakin kuat.

“Yang jelas kami apresiasi, karena memang ada beberapa stakeholder yang datang ke DPRD mengadu perekonomian melemah khusus beberapa segmen. Tetapi dengan begini kami (yakin) mempunyai daya tarik Kota Malang,” jelas Mia.

Sedangkan menurut Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina, event tersebut merupakan tindaklanjut BI untuk terus memberdayakan UMKM. Selain itu juga bagian dari upaya mendukung program 1.000 event Kota Malang.

“Kemudian ini juga menjadi bagian 1.000 eventnya Pemkot Malang. Maka kami dari BI dan perbankan ingin bersama-sama menarik pengunjung datang ke Kota Malang,” ujar Febrina.

Melalui event tersebut, pihaknya juga berupaya mendorong penggunaan QRIS dalam setiap transaksi. Bahkan ada diskon sebesar 10 persen untuk transaksi menggunakan QRIS selema event berlangsung hingga sepekan kedepan.

Apalagi, saat ini juga telah ada inovasi QRIS Cross Border. Dimana inovasi ini diperuntukkan bagi WNA yang akan melakukan transaksi di Indonesia secara cashless, sehingga tidak perlu lagi harus datang ke money changer.

“Sekarang ini inovasinya juga ada QRIS Cross Border, jadi gak cuman orang domestik dari Indonesia saja yang bisa menggunakan. Tetapi WNA juga bisa menggunakan QRIS tanpa harus ke money changer. Jadi QRIS bisa digunakan oleh wisman,” pungkasnya.(Djoko W)