30 Agustus 2025

Bedak Pasar Besar Malang di Bobol Maling, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Soroti Minimnya Keamanan dan Penerangan

c1_20250713_07000551

Salah satu Bedak di Pasar Besar Malang yang di Obok obok Maling Sabtu Dini hari.(Ist)

Minggu, 13 Juli 2025

Malangpariwara.com – Kejadian pencurian kembali mencoreng wajah Pasar Besar Malang (PBM). Dua toko pracangan bumbu milik Yuliati (53), warga Sawojajar, dan Yayuk (48), warga Klojen—masing-masing pemilik Toko Ragil dan Toko Rizky di sisi timur PBM—mengalami kemalingan pada Sabtu pagi (12/07/2025).

Saat membuka kios sekitar pukul 07.00 WIB, Yuliati dan Yayuk terkejut mendapati toko mereka telah dibobol. Meskipun kerugian materi dinilai tidak besar—sekitar Rp 500 ribu uang receh untuk susuk dan beberapa anak timbangan kuningan seberat 1, 2, dan 3 kilogram—namun kejadian tersebut menjadi pukulan telak, khususnya karena masalah keamanan dan penerangan yang tak kunjung ditangani.

Salah satu toko yang di bobol maling .(Ist)

Yuliati menuturkan, ini bukan kali pertama kasus pencurian terjadi di area PBM. Ia mengungkap bahwa aksi serupa sudah sering terjadi secara periodik, namun nyaris tidak ada peningkatan dalam sistem penjagaan ataupun penerangan. Bahkan, lampu yang dipasang sendiri oleh pedagang di depan toko juga sering hilang.

>”Kalau terus dibiarkan seperti ini tanpa solusi dari Diskopindag atau pengelola pasar, kami pedagang akan terus mengalami kerugian. Kami bayar retribusi, tapi keamanannya sangat minim. Lalu siapa yang bertanggung jawab atas kemalingan ini?” ujar Yuli dengan nada kecewa saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/07/2025).

Yuli pun menegaskan bahwa pedagang kini harus meningkatkan pengamanan secara mandiri. Ia mengajak rekan-rekan pedagang untuk tidak sepenuhnya menggantungkan keamanan pada petugas pasar, tetapi turut menjaga kiosnya masing-masing.

“Sisanya hanya bisa kami pasrahkan kepada Yang Maha Kuasa,” imbuhnya.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menyoroti buruknya kondisi fisik dan manajemen PBM. Ia menyebut bahwa selain kasus kemalingan, pasar tersebut sebelumnya juga mengalami insiden robohnya pagar pembatas di lantai tiga, yang melukai pedagang kaki lima (PKL).

>”Kami melihat ini sebagai indikator bahwa keamanan, pengawasan, dan penerangan di PBM sangat tidak maksimal. Apalagi kondisi fisik pasar yang sudah sangat tua dan tak layak,” tutur Bayu.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi pasar adalah solusi jangka panjang yang mendesak dilakukan. Namun, hingga kini, belum ada realisasi nyata karena terhambat kurangnya kesepakatan dari para pedagang sendiri.

>“Selama belum satu suara, kementerian pun menahan pengucuran anggaran. Ini ironis, padahal keamanan dan kenyamanan pedagang taruhannya,” tambah Bayu.

Ia juga menyebut bahwa sistem penerangan tidak bisa ditingkatkan begitu saja karena menyangkut instalasi mekanikal elektrikal yang belum tertata dengan baik, apalagi pasca kebakaran besar beberapa tahun silam.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Syah saat di Konfirmasi Malangpariwara mengatakan jika baru mendengar ada kejadian itu. Pihaknya akan segera mengkomunikasikan kepada  pelaksana teknis pasar.

>”Saya baru mendengar nanti akan kita komunikasikan,” ujarnya saat ditemui di acara Fashion Fashion Runway 2025 di Matos, Sabtu Malam(12/7/25).

Di tengah meningkatnya kekhawatiran pedagang, Bayu mengajak seluruh pelaku usaha di PBM untuk bersatu menyuarakan perbaikan. Menurutnya, tanpa sinergi dari semua pihak, PBM akan terus tertinggal dan menjadi titik rawan kriminalitas.

>”Kami di DPRD siap mendorong revitalisasi PBM, tapi butuh dukungan kolektif dari pedagang agar pemerintah pusat tidak ragu menggulirkan anggaran. Ini saatnya semua pedagang satu suara demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tegas Bayu mengakhiri.

Senada Fathol Arifin Anggota Komisi B DPRD Kota Malang mendesak Pemkot Malang segera mensosialisasikan kembali kepada para pedagang pentingnya pembangunan PBM.

>”Terlepas apapun kita obyektif aja ketika ada kejadian tembok pagar runtuh  kita tinjau langsung kondisi pasar memang sudah selayaknya untuk dibangun kembali,” tukas Fathol Arifin.

Sekarang bola sudah ada di pemkot, saran saya agar pemkot segera sosialisasi ke para pedagang tentang kondisi riil fisik pasar, gelap kumuh sehingga rawan pencurian. Selain itu kondisi bangunan banyak yang retak.

Tentang ada ketidak samaan sikap dari dua paguyuban pemkot Malang harus segera bersikap demi masyarakat kota Malang utama demi pedagang pasar besar yang merupakan ikon ekonomi kota Malang.

>” Intinya pedagang minta bekerja itu nyaman, aman,” tandas Politisi FPKB dapil Sukun ini.(Djoko W)