PENTINGNYA ATTITUDE YANG BAIK: SAMBUTAN DIREKTUR POLITEKNIK NEGERI MALANG PADA WISUDA KE-69

Momen penuh bahagia dirasakan oleh para orangtua dan wisudawan Politeknik Negeri Malang pada Sabtu, 30 Agustus 2025. (Djoko W)
Sabtu, 30 Agustus 2025
Malangpariwara.com –
Momen penuh bahagia dirasakan oleh para orangtua dan wisudawan Politeknik Negeri Malang pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Politeknik Negeri Malang secara resmi menggelar Wisuda ke-69 Tahap I 2025.
Sebanyak 779 wisudawan dari 31 program studi jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan, hingga Diploma.
Mereka resmi diakui atas pencapaian akademik dalam Rapat Terbuka Senat yang dihadiri jajaran pimpinan kampus, mitra industri, hingga orang tua wisudawan.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisugignjo, S.T., M.T., memberikan sambutan hangat bagi para wisudawan dan orangtua.
Baginya, acara ini menjadi momentum tepat untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan proses pembelajaran serta menginformasikan isu-isu yang berkaitan dengan pengembangan kampus dan perkembangan iklim dunia kerja.
Hal ini sangat penting untuk disampaikan sebagaimana para wisudawan nanti tentunya akan terjun ke dunia kerja. Sehingga menjadi bekal bagi mereka untuk mempersiapkan diri. Tidak hanya belajar untuk bekerja, tapi juga menciptakan SDM yang baik dan siap.
“Politeknik Negeri Malang komitmen untuk menciptakan lulusan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kapasitas dan kompetensi tinggi untuk mengisi pasar kerja industry,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan bahwa lulusan Polinema harus mampu menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, sekaligus tangguh dalam menghadapi dinamika dunia kerja. Tidak mengisi pasar tenaga kerja saja, tapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Tantangan globalisasi memberikan banyak perubahan bagi kehidupan masyarakat. Hal ini menjadi rintangan bagi Perguruan Tinggi untuk dapat beradaptasi dengan cepat guna melahirkan lulusan yang relevan dengan dunia kerja.
Baginya, ada tiga tantangan bagi lulusan perguruan tinggi yang tidak lagi bisa mengandalkan ijazah.
“Pertama, perubahan kebutuhan industry dunia. Kedua, akses ke perguruan tinggi yang masih terbatas. Terakhir, pentingnya kualitas perguruan tinggi yang harus terus ditingkatkan melalui Akreditasi,” bebernya
Ia menambahkan, era globalisasi dan digitalisasi menuntut perguruan tinggi untuk bergerak cepat beradaptasi.
“Peningkatan kualitas kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dan penerapan metode Project Based Learning (PBL), Case Method (CM), hingga Teaching Factory (TEFA) menjadi langkah strategis Polinema sebagai implementasi peningkatan kualitas kurikulum,” ungkap Supriatna.
Hasil dari inovasi pembelajaran ini terlihat jelas. Polinema berhasil meraih akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT, akreditasi internasional untuk dua program studi dari IABEE, serta peningkatan akreditasi nasional di sejumlah jurusan.
“Prestasi ini menegaskan bahwa Polinema tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga kian diakui di kancah internasional,” tukasnya.
Diakhir, Direktur Polinema menyampaikan
“ilmu yang kami transformasi dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sesuai bidang ilmu yang dimiliki untuk berkontribusi di tempat kerja, dan hendaknya dapat Saudara seimbangkan dengan penerapan attitude yang positif, karena kompetensi tidak akan ada artinya tanpa attitude yang baik,” tandasnya.
Dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, Polinema selalu berjuang dalam menyeimbangkan inovasi dalam dunia pendidikan. Bukan sekedar untuk mendapat Akreditasi “Unggul”, tapi juga menciptakan lulusan yang terampil untuk pasar tenaga kerja.
Selain itu, para lulusan diamanahi oleh Ir. Supriatna Adhisugignjo, S.T., M.T., untuk selalu menerapkan attitude yang baik.(Djoko W/Dea)