1 September 2025

SH Terate Kota Malang Serukan Perdamaian dan Kebersamaan Menjaga Kamtibmas

img_1756656563477

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Malang, Pusat Madiun, mengeluarkan seruan perdamaian di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa yang terjadi di berbagai daerah. (Djoko W)

Minggu, 31 Agustus 2025

Malangpariwara.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Malang, Pusat Madiun, mengeluarkan seruan perdamaian di tengah meningkatnya eskalasi aksi massa yang terjadi di berbagai daerah.

Ketua SH Terate Kota Malang, Kangmas Dadang Krisdianto, secara tegas mengimbau seluruh warganya untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi yang berpotensi merusak tatanan sosial serta fasilitas publik.

Imbauan ini disampaikan sebagai respons terhadap situasi keamanan yang dinilai kurang kondusif belakangan ini.

Menurut Dadang, organisasi yang berlandaskan nilai persaudaraan ini memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta menjaga ketertiban masyarakat.

“Pengurus PSHT Cabang Kota Malang menginstruksikan seluruh anggota di mana pun berada agar tidak terprovokasi. Ajakan-ajakan yang merugikan negara maupun fasilitas umum hanya akan menghadirkan kerugian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dadang menekankan pentingnya setiap anggota SH Terate untuk mengedepankan sikap bijak dan tidak mudah terpancing emosi, serta tidak menjadi alat kepentingan pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana.

Pesan damai yang disuarakan oleh SH Terate Kota Malang ini sejalan dengan semangat kebangsaan yang menjadi ciri khas organisasi pencak silat tertua tersebut.

Dalam sejarahnya, SH Terate tidak hanya dikenal sebagai wadah olahraga dan persaudaraan, tetapi juga memiliki kontribusi sosial dalam menjaga harmoni masyarakat.

Dadang berharap imbauan ini dapat diterima secara luas oleh seluruh warga. Ia juga menambahkan bahwa menjaga ketertiban bukan hanya soal keamanan, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa gangguan.

SH Terate Kota Malang mengajak seluruh anggotanya untuk menjadi garda kamtibmas, menjaga ketenteraman, dan mendukung keberlanjutan pembangunan, menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas tidak selalu identik dengan aksi yang menimbulkan anarkisme.(Djoko W)