31 Agustus 2025

Tanpa Sound Horeg, Karnaval RW 2 Ciptomulyo Bawa Budaya Lokal Nusantara dan Tokoh Pahlawan di Era Digitalisasi

IMG-20250831-WA0109

Parade Budaya Tomporedjo 2025 yang digelar oleh RW 2 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun Kota Malang menampilkan budaya lokal Nusantara..( Djoko W)

Minggu, 31 Agustus 2025

Malangpariwara.com – Parade Budaya Tomporedjo 2025 yang digelar oleh RW 2 Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun Kota Malang menampilkan budaya lokal Nusantara. Pasalnya, parade budaya ini digelar tanpa menggunakan sound horeg serta menekankan budaya lokal nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Ketua Pelaksana Panitia Karnaval RW 2, Yogga Ardiawan mengungkapkan bahwa masing-masing peserta sebanyak 14 RT RW 2 Ciptomulyo ini menyuguhkan penampilan bertemakan adat dan budaya nusantara.

Ia menambahkan bahwa para peserta menyajikan secara lengkap, mulai dari penampilan tari kecak khas Bali yang dilengkapi dengan ogoh-ogoh, hingga budaya khas Papua.

“Jadi kami memang mengangkat budaya nusantara yang kini dinilai banyak yang disalahgunakan untuk hal-hal yang kurang baik serta mengenalkan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke kepada generasi muda,” tegas Yogga, Minggu (31/8/2025).

Lebih lanjut, Yogga mengatakan bahwa selain menekankan pada budaya nusantara, tidak kalah menariknya juga menampilkan tokoh pahlawan hingga busana daur ulang. Dengan hal itu, maka tingkat kreativitas diuji untuk menampilkan penampilan yang istimewa di mata penonton.

“Selain menampilkan budaya nusantara, kami juga menampilkan tokoh-tokoh pahlawan, karena karnaval ini juga termasuk peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia. Tak kalah pentingnya juga, banyak warga yang menggunakan busana daur ulang untuk karnaval ini,” ujarnya.

Yogga juga menegaskan bahwa karnaval ini tidak menggunakan sound horeg yang identik dengan acara karnaval di Malang. Menurutnya, hal ini merujuk pada instruksi Wali Kota Malang dan Kapolres Malang Kota terkait penggunaan sound horeg.

“Dengan hal ini, kami berharap menjadi acuan bagi beberapa daerah Kota Malang yang menggelar karnaval dan juga imbauan dari Pemerintah dan kepolisian dapat ditaati oleh seluruh warga Kota Malang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RW 2, Indriana mengungkapkan bahwa acara ini terakhir digelar pada tahun 2004. Ia menambahkan bahwa acara ini juga tidak hanya sebagai hiburan saja, melainkan sebagai ajang kreativitas, pembelajaran dan keakraban warga RW 2.

“Harapannya di tahun depan atau selanjutnya karnaval ini bisa lebih menarik dan meriah kembali. Semoga ini menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan warga karena sangat baik bagi masyarakat khususnya generasi muda,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin bersama Ketua Pelaksana Panitia Karnaval RW 2, Yogga Ardiawan.( Ist)

Kegiatan parade budaya Tomporedjo 2025 ini juga diapresiasi langsung oleh Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin. Ia mengatakan bahwa penekanan budaya nusantara sangat penting untuk saat ini.

“Ini sangat mendukung sekali, yang paling penting, kita mensyukuri kita bisa merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. Menampilkan berbagai kebudayaan. Bagian dari mensyukuri kemerdekaan adalah persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Ia juga memberikan pesan untuk pentingnya menjaga persatuan, kesatuan dan kebersamaan, mengingat kondisi saat ini tidak baik-baik saja.

“Yang terpenting yang harus kita jaga adalah persatuan dan kesatuan itu,” tandasnya.(Djoko W)