Jelang Nataru, Ini Titik Rawan Macet Kota Malang dan Jalur Berisiko Bencana yang Harus Diwaspadai

Malangpariwara.com – Potensi kemacetan perlu diketahui menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai memetakan dan menyiapkan langkah antisipasi pada titik-titik rawan kemacetan.

Kadishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menegaskan pola kemacetan di Kota Malang pada masa libur akhir tahun cenderung tidak berubah signifikan, namun tetap membutuhkan rekayasa dan monitoring ketat.

“Titik-titiknya tidak terlalu berubah signifikan dengan tahun-tahun sebelumnya. Cuman yang perlu diperhatikan adalah jalur-jalur yang dilalui. Jalur-jalur yang dilalui itu khususnya di Kota Malang ini yang berisiko rawan bencana,” ujar Widjaja saat dihubungi, Rabu (3/12/2025).

Jelang Nataru, Ini Titik Rawan Macet Kota Malang dan Jalur Berisiko Bencana yang Harus Diwaspadai
Kadishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra (Djoko W)

Selain titik macet reguler, tahun ini Dishub juga memasukkan jalur-jalur yang memiliki risiko bencana, terutama banjir, sebagai perhatian khusus. Hal ini merujuk pada arahan Menteri Dalam Negeri untuk mengantisipasi gejolak bencana selama periode Nataru.

Beberapa lokasi yang rusak telah diperbaiki

Beberapa lokasi mendapat sorotan. Pertama Jalan Gatot Subroto. Jembatan yang sempat terdampak kerusakan kini telah selesai diperbaiki. Dishub optimistis arus libur akhir tahun di kawasan ini akan lebih lancar.

Kedua, Jalan Ki Ageng Gribig. Peningkatan drainase dinilai efektif menekan risiko banjir dan memperlancar aliran lalu lintas di sepanjang ruas jalan.

“Drainase di Ki Ageng Gribig kan sudah selesai, artinya tingkat kelancarannya sangat tinggi disitu,” kata Widjaja.

Ketiga, Jembatan Kedungkandang & Jalan Malik Dalam. Keduanya telah rampung dan diprediksi membantu distribusi kendaraan dari dan menuju wilayah timur Kota Malang.

Keempat, Jalan Soekarno-Hatta. Proyek yang ada di salah satu koridor tersibuk di Kota Malang ini, ditargetkan selesai menjelang akhir tahun.

“Hanya tinggal nanti mudah-mudahan, yang di mana, Soekarno-Hatta. Jalan Soekarno-Hatta itu juga seiring, juga akan selesai di akhir tahun ini,” imbuhnya.

Kawasan Kayutangan Heritage diprediksi menjadi titik padat saat malam pergantian tahun karena tingginya aktivitas masyarakat. Kendati demikian, tempat parkir baru di kawasan tersebut belum dapat dipastikan siap digunakan.

Dishub akan mengalihkan kebutuhan parkir ke kawasan sekitar seperti Alun-alun dan titik parkir eksisting lainnya. Arus lalu lintas di Kayutangan dipastikan tetap dibuka dan tidak ada penutupan. (Djoko W)