Wisata Petik Anggur Melalui Duta PengAngguran Resmi Dibuka di Tengah Kota Malang

Malangpariwara.com – Kota Malang kini punya destinasi wisata baru yang unik dan masih segar. Duta PengAngguran, sebuah kawasan agro-eduwisata yang berada di Bareng, Kecamatan Klojen, resmi dibuka dan siap memberikan pengalaman petik anggur langsung dari pohon.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang hadir dan meresmikan, memberikan apresiasi atas hadirnya destinasi ini.

Menurutnya, agrowisata seperti Duta PengAngguran menjadi warna baru bagi pariwisata kota.

Duta PengAngguran di Kota Malang Resmi Dibuka, Wisata Petik Anggur di Tengah Kota
Pemotongan pita oleh Wahyu Hidayat dalam rangka peresmian pembukaan Wisata Petik Anggur Kota Malang. (Djoko W)

“Anggur ini juga tidak hanya terkait dengan wisatanya, tapi dengan edukasinya. Itulah, maka ini seiring dan sejalan dengan visi-visi saya dengan Mas Wakil Wali Kota untuk bisa menerapkan terkait dengan Ngalam Laris, Ngalam Tahes, karena ada pendidikannya, karena ada edukasinya, dan juga termasuk juga dengan pengembangan pariwisata,” jelasnya.

Wahyu juga membuka peluang pengembangan wisata serupa di kecamatan lain, menyesuaikan potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Bisa jadikan role model juga. Karena sini ada praktik, ada semacam edukasi yang memang dibuat,” ungkapnya.

Duta PengAngguran

Duta PengAngguran berdiri di lahan yang ditata menjadi kebun anggur, greenhouse edukasi, dan area rekreasi keluarga.

Duta PengAngguran di Kota Malang Resmi Dibuka, Wisata Petik Anggur di Tengah Kota
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turut serta memetik anggur. (Djoko W)

Pengunjung bisa menyaksikan proses budidaya anggur, dan melihat langsung tanaman di greenhouse, serta mencicipi pengalaman memetik buah dari kebunnya.

Ada sekitar 50 sampai 55 varietas anggur yang ditanam, termasuk beberapa varietas premium seperti Shine Muscat dan Queen Nina.

Meski diresmikan hari ini, wisata petik anggur baru dibuka untuk masyarakat sekitar tanggal 20-25 Desember 2025. Hal ini karena sebagian besar buah masih menunggu masa matang.

“Siapnya kira-kira akhir Desember. Menjelang akhir Desember, buah kita baru matang walaupun tidak 100 persen, itu masih seperempat dari greenhouse yang ada. Kita punya greenhouse sekitar 20, tetapi yang nanti siap matang di akhir Desember itu masih 5 greenhouse,” jelas Reny Wijayanti, Owner Duta PengAngguran.

Penjualan Bibit dan Olahan

Selain wisata, pengelola menyiapkan penjualan bibit anggur, pupuk, perlengkapan budidaya, hingga olahan makanan seperti keripik dan manisan.

Duta PengAngguran di Kota Malang Resmi Dibuka, Wisata Petik Anggur di Tengah Kota
Wahyu Hidayat (kanan) bersama Reny (kiri) ketika berbicara dengan awak media. (Djoko W)

Reni menyebut pihaknya menargetkan Duta PengAngguran menjadi pusat edukasi yang dapat mendukung pengurangan impor anggur.

“Jadi itu akan digalakkan sampai targetnya di 2030. Nah itu kita akan support pemerintah ada di situ. Jadi baik edukasi, edukasi tujuannya supaya dikenal banyak masyarakat luas untuk penanaman anggur ini,” kata Reny.

Lahan ini merupakan aset negara yang dimanfaatkan bersama KPKNL dan Polbangtan. Konsep pengembangannya mencakup empat pilar yakni edukasi, sosial, lingkungan, dan UMKM.

Program lingkungan mulai digalakkan melalui kampanye penukaran botol atau kaleng bekas dengan produk tertentu.

Sementara di bidang UMKM, pengelola menggandeng komunitas sekitar, termasuk pesantren, untuk olahan hasil panen. (Djoko W)