Malangpariwara.com – Direktur Utama (Dirut) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, menegaskan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bukan lagi teknologi masa depan. Melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Demikian disampaikan Dian saat berkunjung ke AI Connect Telkom AI Center of Excellence (CoE) di Kayutangan, Kota Malang, Senin (15/12/2025).
“Jadi sudah nggak bisa lagi kita menghindar dari pemakaian AI. Karena AI itu udah bukan lagi future game, AI itu current game. Jadi kalau kita nggak pakai AI itu so yesterday, ketinggalan gitu ya teman-teman,” tegas Dian.
Adopsi AI, kata Dian, tidak bisa dihindari. Namun, penerapannya harus relevan dan mampu memberikan dampak nyata bagi bisnis, masyarakat, hingga negara.

Apresiasi Keberhasilan AI CoE
Dian menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Telkom Group membangun AI Center of Excellence. Namun ia menekankan pusat keunggulan ini tidak sekadar menjadi etalase teknologi.
Ini bukan hanya showcase, kata Dian.
“Tapi tentu yang utama adalah kita bisa mengukur impactnya, bahwa kita bisa mengukur impact dari AI Center of Excellence Telkom Group ini. Bukan saja terhadap bisnis operasinya Telkom Group. Tetapi juga untuk masyarakat, untuk negara gitu ya. Untuk komunitas bisnis, untuk pemerintahan dan sebagainya,” ujarnya.
Keberadaan AI CoE diharapkan mampu mendorong pemanfaatan AI secara luas dan berkelanjutan.

Kolaborasi Pentahelix
Dalam pengembangan AI Center of Excellence, Telkom Group mengusung prinsip hentahelix, yakni kolaborasi antara dunia industri, akademisi, pemerintah, komunitas, dan pelaku bisnis.
Lewat AI Connect, berbagai pemangku kepentingan dipertemukan, mulai dari akademisi dan universitas, SMK, startup, sektor swasta, hingga pemerintah.
Baca Juga:
Telkom Group Pastikan Layanan Prima Jelang Nataru, Direksi Tinjau Kesiapan Jaringan di Malang
Dian juga mengingatkan, membangun pusat inovasi relatif lebih mudah dibandingkan menjaga keberlanjutannya.
“Membangun sesuatu, tuh menurut saya, that is the easy part. Yang sulit adalah mengembangkan, memelihara dan mengembangkan,” terangnya.

Dijelaskannya, konsep seperti AI Center of Excellence dan AI Connect ini butuh persistensi dan kesinambungan.
Ia berharap AI Connect Malang mampu terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.
Menutup pesannya, Dian menitipkan harapan agar pemanfaatan AI tidak berhenti di lingkungan Telkom Group saja, melainkan menular ke masyarakat luas.
“Virus AI ini bisa ditularkan ya, bisa ditularkan ke lebih banyak lagi insan di Telkom Group dan juga ke society di sekitar kita,” pungkas Dian. (Djoko W)






