Gelar Karya Pembelajaran SMKN 4 Malang Tampilkan 36 Stan Berbasis Standar Industri

Malangpariwara.com – SMK Negeri 4 Malang menggelar Gelar Karya Pembelajaran bertajuk “Show Your Skill, Shape The Future”, Rabu (17/12/2025).

Kegiatan ini menampilkan 36 stan hasil karya siswa lintas jurusan dan akan berlangsung hingga Jumat (19/12/25).

Ajang tahunan ini menjadi etalase hasil pembelajaran siswa selama satu semester, yang dirancang berbasis kolaborasi kurikulum sekolah dengan dunia industri.

Mulai dari animasi, rekayasa perangkat lunak, logistik, perhotelan, sampai teknik jaringan. Seluruh karya yang dipamerkan merupakan produk dari proses belajar siswa.

Hasil Karya Jurusan Animasi
Gelar Karya Pembelajaran SMKN 4 Malang Tampilkan 36 Stan Karya Siswa Berbasis Standar Industri
Hasil karya Jurusan Animasi di pagelaran karya SMKN 4 Malang. (Djoko W)

Salah satu yang menarik perhatian ialah stan Jurusan Animasi. Seorang siswi kelas X jurusan Animasi, Vero Valencia, menjelaskan proses pembelajaran di SMKN 4 Malang dirancang menyerupai dunia kerja profesional.

Di SMK 4 Malang atau Grafika, kata Vero,

“Khususnya untuk di jurusan animasi, sangat mendidik karena yang pertama adalah tidak hanya diajarkan secara lisan. Cuman kita langsung diberikan proyek dan kita sambil belajar, sambil mengerjakan proyek tersebut,” akunya.

Gelar Karya Pembelajaran SMKN 4 Malang Tampilkan 36 Stan Karya Siswa Berbasis Standar Industri
Kepala Sekolah perkenalkan hasil karya siswa siswi SMKN 4 kepada Lanal. (Djoko W)

“Dan di sini menggunakan standarnya standar industri, dari conseling hingga pembuatan. Jadi di sini ada yang namanya pipeline atau alur kerja dan kita diberikan SOP juga. Jadi istilahnya kita sekolah di sini adalah simulasi untuk bekerja,” lanjutnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat siswa tidak kaget ketika menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau saat lulus dan terjun ke industri kreatif.

Jurusan Animasi SMKN 4 Malang juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah studio. Yang terlibat dalam proyek animasi berskala nasional hingga internasional. Termasuk beberapa studio milik para alumni.

Karya Interaktif
Gelar Karya Pembelajaran SMKN 4 Malang Tampilkan 36 Stan Karya Siswa Berbasis Standar Industri
Vero ditengah temannya sedang membimbing anak kecil mewarnai gambar animasi. (Djoko W)

Tak hanya menampilkan film animasi 2D, 3D, dan motion graphic, stan Jurusan Animasi juga menyuguhkan karya interaktif.

Layaknya seperti coloring book, ilustrasi, merchandise, kaos, hingga keychain. Menariknya, karya-karya tersebut tidak sekadar dipamerkan, tetapi juga diperjualbelikan.

Jurusan Animasi sendiri terbagi dalam tiga tim keahlian, yakni 2D, 3D, dan motion graphic. Dengan pendampingan langsung dari pihak industri yang secara rutin memantau perkembangan siswa.

Jurusan Unggulan SMKN 4 Malang

Sementara SMK Negeri 4 Malang sendiri memiliki 8 jurusan unggulan. Yaitu Teknik Grafika (Desain Grafika & Produksi Grafika), Desain Komunikasi Visual (DKV), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)/PPLG, Animasi, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Mekatronika, Logistik, dan Perhotelan.

Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST., M.Pd., menjelaskan Gelar Karya Pembelajaran merupakan puncak dari proses belajar kolaboratif selama satu semester.

“Selama satu semester anak-anak itu sudah menghasilkan produk di proses pembelajaran yang kurikuler itu, apa, yang sudah dibuat,” ujarnya.

Gelar Karya Pembelajaran SMKN 4 Malang Tampilkan 36 Stan Karya Siswa Berbasis Standar Industri
Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, saat sesi wawancara dengan awak media. (Djoko W)

Metode ini dirancang guru bersama industri. Capaian pembelajaran tiap mata pelajaran disesuaikan dengan konsentrasi keahlian siswa.

Ia menegaskan, peran industri di SMKN 4 Malang tidak hanya sebatas mitra. Tetapi terlibat aktif sejak perancangan pembelajaran, mentoring, hingga pengujian kompetensi siswa.

“Kalau sekolah sendiri yang bikin surat okupasi kan kurang, kurang sahih, kurang, kurang mantap ya. Kalau industri sendiri yang ngasih, karena penilaian kompetensi itu dari industri yang bilang. Ini kompetensi itu industri bukan sekolah,” terangnya.

Menurut Gunawan, pendekatan ini membuat pembelajaran lebih relevan dan menyenangkan, karena siswa belajar sesuai minat dan kebutuhan dunia kerja.

Seluruh karya yang dipamerkan pada gelar karya ini merupakan hasil siswa kelas X, sementara kelas XI fokus pada pendalaman kompetensi di masing-masing jurusan.

Selain sebagai sarana evaluasi pembelajaran, Gelar Karya Pembelajaran juga menjadi media branding sekolah dan edukasi bagi masyarakat. Khususnya siswa SMP yang tengah menentukan pilihan sekolah lanjutan. (Djoko W)