Cerita Kampung Darling Tangerang: Gerakan Pilah Sampah untuk Jaga Bumi

Malangpariwara.com – Di saat sebagian warga menikmati Minggu pagi dengan bersantai, warga Kampung Darling (Sadar Lingkungan) di Tangerang justru memilih cara berbeda.

Pada Minggu (14/12/2025), mereka berkumpul untuk memilah sampah kertas, plastik, logam, dan kaca sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Sampah kertas yang dikumpulkan akan disalurkan ke pabrik kertas sebagai bahan baku daur ulang, sehingga dapat mengurangi penebangan pohon.

Sementara sampah plastik, logam, dan kaca dikirim ke pabrikan daur ulang agar industri tidak terus menggali bahan baku dari perut bumi.

Pesan Warga Kampung Darling

Dalam unggahan video di kanal YouTube @kampungdarling4251, warga menyampaikan pesan sederhana namun bermakna.

“Kami bukan ahli lingkungan. Kami hanya warga kampung. Tapi kami yakin, sekecil apa pun tindakan kita, akan menyelamatkan masa depan anak cucu,” tulisnya.

Keterangan Sobirin ketua RT.04 RW 11 Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang bahwa Kampung Darling sendiri merupakan sebuah perkampungan kecil yang berada di RT 04 RW 11, Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Kampung ini memiliki luas wilayah sekitar 8.000 meter persegi dan dihuni oleh kurang lebih 86 kepala keluarga (KK) atau 272 jiwa, terdiri dari 142 laki-laki dan 130 perempuan.

Cerita Kampung Darling Tangerang: Gerakan Pilah Sampah dari Kampung Kecil untuk Jaga Bumi
Penghargaan dari Ir. H. Bambang Irianto kepada Kampung Darling. (Ist)

Mayoritas warga Kampung Darling berasal dari kalangan pekerja. Kurang dari 10 persen berprofesi sebagai PNS, sekitar 40 persen karyawan swasta, 35 persen pekerja harian lepas nonformal. Sementara sisanya merupakan wiraswasta dan pedagang.

Meski tergolong kampung kecil, Kampung Darling memiliki fasilitas umum yang aktif digunakan warga, seperti Musala Asy-Syifa dan Posyandu Janur Kuning. Yang turut menjadi pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Bagi warga Kampung Darling, menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari program besar atau teknologi canggih.

Mereka memilih memulainya dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama.

“Beginilah kami merawat kampung, dimulai dari hal yang paling sederhana. Dimana kaki berpijak, bumi dirawat, laangit diangkat,” lanjut Sobirin.

Gerakan pilah sampah ini juga menjadi sarana mempererat kasih sayang dan kebersamaan antarwarga. Sejalan dengan semangat Kampung Darling. Yakni Sadar Lingkungan, Kasih Sayang antar Sesama.

Awal Mula Terbentuk

Sobirin menceritakan kembali awal mula kenal dengan Pembina Lingkungan Nasional Bambang Irianto Go Green.

Waktu itu bulan Januari 2022, Sobirin, ketua KSM Darling kota Tangerang menjelaskan bahwa mereka hadir di WNS Go Green RW.19 Malang ini untuk sharing ilmu.

Song song New Normal bangkit dari Pandemi Covid 19, Sejumlah Perwakilan KSM (Kampung Sejahtera Mandiri ) Kota Tangerang mengikuti pelatihan lanjutan di rumah prestasi.

Yakni Glintung Go Green dan kampung binaan WNS Wonosari Go Green, RW.19 Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang, Rabu(12/1/22).

Cerita Kampung Darling Tangerang: Gerakan Pilah Sampah dari Kampung Kecil untuk Jaga Bumi
Plakat Kampung Darling di setiap depan rumah warga. (Djoko W)

“Kami dari Kota Tangerang adalah perwakilan dari teman-teman Kampung Sejahtera Mandiri (KSM) dan juga dari Perhimpunan Penggiat Kampung Tematik (P2KT) Kota Tangerang. Kehadiran kami disini tentunya yang pertama adalah silaturahmi,” katanya.

“Kami tau Wonosari Go Green baik melalui media sosial maupun dari keterangan Bapak pembimbing kita yaitu Ir. Bambang Irianto adalah kampung layak huni dan patut dijadikan contoh. Khusunya untuk pembangunan kampung-kampung tematik lainnya yang ada di Indonesia,” ujar Sobirin.

Sobirin mengaku semua yang hadir di WNS Go Green merupakan inisiasi pribadi sebagai penggiat dan sebagai kampung KSM di Kota Tangerang. Tentunya mereka datang secara mandiri.

“Semoga dengan kehadiran kami saling menyemangati juga buat warga Wonosari Go Green dan juga menjadi inspirasi juga buat kami warga kota Tangerang,” tukasnya.

Dikatakan Sobirin, nama Kampung Darling diambil dari sebuah akronim DAR=Sadar dan LING=Lingkungan, yang dibentuk pada tanggal 15 Juni 2019 M / 11 Syawal 1440 H.

Sedangkan dalam Bahasa Inggris berarti sayang. Dengan demikian nama Kampung Darling diharapkan agar warganya hidup sadar terhadap lingkungannya dan saling menyayangi antar sesamanya.

Program Sosialisasi Kampung Tematik

Ide atau gagasan terbentuknya Kampung Darling tidak terlepas dari sebuah program sosialisasi membangun Kampung Tematik yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Tangerang.

Kala itu di Kelurahan Sudimara Jaya mendapat giliran pada tanggal 15 Januari 2019 dengan menghadirkan seorang narasumber yang handal dibidangnya. Yakni Ir. H. Bambang Irianto dari Kampung 3G Malang.

“Dengan cara beliau mempresentasikan yang lugas dan pengalaman sebagai Ketua RW yang benar-benar nyata sukses dalam membangun kampungnya yaitu Kampung Glintung Go Green/kampung 3G. Maka terinspirasilah kami warga RT.04/11 Sudimara Jaya, saya ingin mereplikasi untuk kampung saya,” tandas Sobirin bersemangat. (Djoko W)