Malangpariwara.com – Capaian membanggakan kembali ditorehkan alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammad Nanda Risydianto, S.Kes., M.Or., lulusan Program Studi Fisioterapi UMM angkatan 2015, menjadi bagian dari Tim Nasional Basket Putri Indonesia yang sukses merebut medali perunggu pada SEA Games 2025.
Pada laga penentuan perebutan posisi ketiga, Timnas Basket Putri Indonesia menundukkan Malaysia dengan skor 62–55, Jumat (19/12/2025).
Kemenangan tersebut memastikan Indonesia naik podium sekaligus menutup turnamen dengan catatan positif.
Nanda, yang telah dipercaya sebagai fisioterapis Timnas Basket Putri sejak 2021, berperan penting dalam menjaga kondisi fisik para atlet sepanjang turnamen.

Dalam olahraga prestasi, peran fisioterapis tak hanya soal penanganan cedera. Tetapi juga memastikan kebugaran, pemulihan, dan kesiapan tubuh atlet tetap optimal di tengah padatnya jadwal pertandingan.
Menurut Nanda, tantangan utama dalam pekerjaannya terletak pada pemahaman karakter dan kebutuhan fisik masing-masing atlet.
“Setiap atlet memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Terlebih atlet perempuan, penanganannya membutuhkan kepekaan lebih, terutama terkait faktor fisiologis seperti siklus bulanan yang dapat memengaruhi kebugaran, performa, hingga risiko cedera,” jelasnya.
Latar Belakang Akademik
Pengalaman Nanda di level nasional dan internasional didukung oleh latar belakang akademik dan profesional yang kuat.
Selain menempuh pendidikan fisioterapi dan magister olahraga, ia juga mengantongi sejumlah sertifikasi profesi, seperti AIFO, CDNP, dan COMT.
Bekal tersebut membantunya menyusun strategi pencegahan cedera, pemulihan fisik, serta menjaga performa atlet selama latihan dan pertandingan.

Sebelum bergabung dengan Timnas Basket Putri Indonesia, Nanda telah lebih dulu berkecimpung di dunia olahraga prestasi nasional.
Ia pernah mendampingi tim Prapon Futsal Jawa Timur 2019 dan hingga kini aktif sebagai fisioterapis tim Basket Putri Fever Surabaya sejak 2021.
Kiprah Muhammad Nanda Risydianto menjadi bukti bahwa lulusan Fisioterapi UMM mampu bersaing dan berkontribusi di level nasional hingga internasional.
Prestasi ini tak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga menegaskan peran strategis fisioterapis dalam mendukung kemajuan olahraga prestasi Indonesia. (Djoko W/Yaya)






