Gedung Parkir Kayutangan Dibuka Gratis di Hari Perdana, Pemkot Malang Bidik Alihkan Parkir Liar

Malangpariwara.com – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berencana menggratiskan Gedung Parkir Kayutangan pada hari pertama operasional.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk menarik minat masyarakat agar beralih dari parkir di badan jalan ke fasilitas parkir resmi milik Pemerintah Kota Malang.

Hal itu disampaikan Wahyu saat meninjau langsung progres penyelesaian proyek Gedung Parkir Kayutangan. Ia optimistis pembangunan dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun.

“Insyaallah sebelum Tahun Baru sudah selesai. Pada hari pertama kemungkinan akan kita gratiskan supaya masyarakat tahu Pemkot sekarang punya tempat parkir yang memadai dan aman,” ujar Wahyu.

Keterlambatan Proyek

Wahyu mengakui adanya keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Namun, ia memastikan seluruh progres telah dilaporkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan meminta pengerjaan tetap dipercepat meski memasuki tahap akhir.

“Secara teknis Dishub yang menangani dan sudah dilaporkan ke saya. Memang ada keterlambatan,” ungkapnya.

Atas keterlambatan tersebut, kontraktor pelaksana dikenakan sanksi administratif berupa denda harian sesuai ketentuan kontrak. Wahyu menegaskan kewajiban tersebut tetap harus dipenuhi.

“Mereka dikenakan sanksi administratif dan harus membayar denda per hari,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Pak Mbois itu.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan progres pembangunan Gedung Parkir Kayutangan telah mencapai lebih dari 90 persen.

Menurutnya, keterlambatan masih dapat ditoleransi selama seluruh kewajiban kontrak diselesaikan.

“Benar ada keterlambatan dan itu dikenakan denda harian, yakni seper seribu dari nilai kontrak. Yang terpenting kewajiban kontrak tetap diselesaikan,” terangnya.

Terkait rencana penggratisan parkir, Widjaja menyebut Dishub siap melaksanakan arahan Wali Kota. Ia memperkirakan kebijakan tersebut akan diterapkan pada akhir Desember.

Antisipasi Lonjakan

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub akan menyiapkan pengaturan dan pengamanan secara optimal.

Pasalnya, kebutuhan ruang parkir di kawasan Kayutangan hingga kini masih belum sepenuhnya terpenuhi.

“Parkir mau diberi luas berapa pun rasanya tetap kurang, terutama di kawasan Kayutangan. Awalnya gedung ini direncanakan lima lantai, tetapi karena keterbatasan anggaran baru dibangun dua lantai,” jelasnya.

Meski baru dua lantai, Widjaja memastikan struktur gedung masih memungkinkan untuk ditinggikan apabila ke depan tersedia tambahan anggaran. Saat ini, pembangunan tinggal tahap finalisasi.

“Saat ini tinggal finalisasi. Area depan sudah selesai dipasangi keramik dan akan dimanfaatkan sebagai pusat informasi serta ruang pamer, termasuk untuk kegiatan Dekranasda,” bebernya.

Akses masuk parkir, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, nantinya melalui area samping gedung.

Widjaja optimistis penggratisan parkir di awal operasional dapat mengurangi parkir di bahu jalan dan menekan kemacetan di kawasan Kayutangan.

“Penggratisan parkir menjadi salah satu cara menarik minat masyarakat agar parkir di badan jalan berkurang. Cara ini sebelumnya juga pernah dilakukan di gedung parkir bertingkat Jalan Majapahit,” pungkasnya. (Djoko W/Yaya)