Malangpariwara.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat pada periode 30 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul hasil analisis dinamika atmosfer terkini yang menunjukkan peningkatan signifikan pertumbuhan awan hujan.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis 90S yang terdeteksi di Samudera Hindia barat daya Lampung.
Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Low Frequency dan Equatorial Rossby turut berkontribusi dalam meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan.
Faktor pendukung lainnya adalah tingkat kelembapan udara yang masih relatif tinggi pada lapisan atmosfer 850–500 mb, dengan kisaran antara 50 hingga 95 persen, serta suhu muka laut di perairan selatan Jawa yang terpantau relatif hangat.
Kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat juga mengindikasikan peluang terjadinya pertumbuhan awan konvektif secara lokal.
Situasi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang serta kilat atau petir.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kabupaten Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, serta Kabupaten Pangandaran.
Potensi Gelombang Tinggi
Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi di perairan Jawa Barat. Pola angin umumnya bergerak dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 10 hingga 40 km/jam.

Kecepatan angin yang cukup tinggi di Perairan Utara dan Selatan Jawa Barat berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang laut.
BMKG mencatat, ketinggian gelombang laut maksimum dengan kategori sedang (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di Perairan Sukabumi–Cianjur, Perairan Garut–Pangandaran, serta Samudra Hindia Selatan Jawa Barat.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG Jawa Barat mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjalani aktivitas sehari-hari selama periode tersebut.
Masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. Masyarakat juga diharapkan untuk terus memantau perkembangan informasi terkini melalui kanal resmi BMKG Jawa Barat. (Djoko W/Ainun)






