Gedung Parkir Kayutangan Digratiskan Satu Pekan, Wali Kota Minta Semua Motor Masuk Area Parkir

Malangpariwara.com – Pemerintah Kota Malang memastikan Gedung Parkir Kayutangan akan digratiskan selama satu pekan setelah proses perbaikan rampung. Kebijakan ini diambil menyusul ditemukannya sejumlah kendala teknis saat operasional awal gedung parkir tersebut.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, prioritas utama saat ini adalah penyelesaian perbaikan bangunan sebelum gedung parkir difungsikan secara penuh. Beberapa persoalan ditemukan saat ditinjaunya langsung, seperti genangan air dan kebocoran di beberapa titik.

“Rencana akan kita gratiskan. Saya minta untuk segera diselesaikan dulu. Jadi tadi malam saya lihat di situ masih ada yang ngambang. Jadi mereka yang parkir agak keceh. Ada juga ada beberapa yang bocor,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Gedung Parkir Kayutangan Digratiskan Satu Pekan, Wali Kota Minta Semua Motor Masuk Area Parkir
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pastikan gedung parkir Kayutangan dapat segera digunakan (Djoko W)
Perbaikan Dipastikan Rampung pada 7 Januari

Pemkot menargetkan proses perbaikan selesai pada 7 Januari, setelah itu gedung parkir akan dibuka dan digratiskan selama satu minggu sebagai masa pengenalan kepada masyarakat.

Skema pengaturan parkir ke depan, seluruh kendaraan roda dua diwajibkan masuk ke gedung parkir Kayutangan.

Sementara, area tepi jalan hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda empat. Kebijakan ini dilakukan untuk menata kawasan heritage Kayutangan agar lebih rapi, aman, dan nyaman bagi wisatawan.

“Beberapa pengendara sepeda motor yang saya tanya, mereka senang ya karena lebih terjamin dan tidak terlalu jauh dengan pesat-pesat keramaian yang ada di Kayutangan,” kata Wahyu.

Menurutnya, parkir tertutup dinilai lebih memberikan rasa aman dibandingkan parkir terbuka yang rawan kehilangan maupun kerusakan kendaraan.

Sementara itu, untuk kendaraan besar seperti bus pariwisata, Pemkot tidak mengizinkan masuk langsung ke kawasan Kayutangan. Bus hanya diperbolehkan melakukan drop-off, kemudian parkir di lokasi yang telah disiapkan, seperti kawasan tertentu di luar pusat kota.

“Hanya drop saja. Nanti setelah itu mereka bisa datang lagi di sana untuk mengambil. Kami harapkan memang mereka yang datang ke sana,” lanjut Wali Kota.

Pemkot juga mendorong optimalisasi transportasi publik, khususnya TransJatim, yang dinilai cukup diminati wisatawan. Wali Kota menyebut antrean pengguna transportasi publik sempat mengular hingga beberapa kali putaran.

“Karena memang TransJatim ini memang on time. Jadi, mereka senang,” ungkap Wahyu. Menuju Batu hanya dikenakan biaya Rp5 ribu, pelajar Rp2.5 ribu. (Djoko W)