Pemerintah Hadir Wujudkan Renovasi Rumah Tua Tak Layak Huni Warga Jl Diponegoro Pasuruan

Malangpariwara.com – Kabar baik akhirnya datang usai pilu panjang dialami seorang warga lanjut usia. Ia adalah Aji Setiawan 57 tahun warga jl Diponegoro Kota Pasuruan.

Pemerintah Hadir Wujudkan Renovasi Rumah Tua Tak Layak Huni Warka Jl Diponegoro Pasuruan
Kaos putih, Aji Setiawan, pemilik rumah yang direnovasi oleh pemerintah (Djoko W)

Sudah sekitar 15 tahun menjalani hidup seorang diri dalam keterbatasan, sampai akhirnya berbuah perhatian dan bantuan dari pemerintah.

Warga kelahiran Pasuruan itu sempat hidup di rumah tua nyaris roboh, mengalami stroke seorang diri. Kini, rumahnya mulai direhabilitasi.

Pemerintah Hadir Wujudkan Renovasi Rumah Tua Tak Layak Huni Warka Jl Diponegoro Pasuruan
Pengerjaan renovasi rumah (Djoko W)

Sehari-harinya, Aji Setiawan bertahan hidup dengan mengais rezeki dari barang rongsokan. Penghasilannya tak menentu, kadang hanya Rp10.000 hingga Rp20.000 per hari. Jika beruntung bisa mencapai Rp30.000. Tanpa keluarga yang mendampingi, seluruh kebutuhan hidup ia urus sendiri.

Kondisi rumah yang ditempatinya jauh dari kata layak. Bangunan tua itu mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian. Atap bocor di banyak titik, genteng pecah karena usia bangunan yang sudah puluhan tahun. Lebih lagi, struktur rumah dinilai membahayakan keselamatan.

Pemerintah Hadir Wujudkan Renovasi Rumah Tua Tak Layak Huni Warka Jl Diponegoro Pasuruan
Kondisi atap rumah Aji Setiawan (Djoko W)

“Saya benar-benar tidak sanggup merehab sendiri. Hampir seluruh bagian rumah rusak,” cerita Aji.

Dengan mengikuti prosedur yang diarahkan, Aji melaporkan kondisi rumahnya kepada Ketua RT dan RW setempat, lalu diteruskan ke pihak kelurahan. Kisah hidupnya kemudian turut diangkat melalui sebuah kanal YouTube, yang akhirnya membuka jalan datangnya bantuan pemerintah.

Sempat Ambruk Usai Menerima Bantuan Pemerintah

Ironisnya, tepat setelah bantuan disetujui dan dana cair, rumah Aji justru sempat ambruk. Meski demikian, proses administrasi hingga pengerjaan rehabilitasi rumah dinilai berjalan relatif cepat, sekitar dua bulan.

Cobaan belum berhenti. Saat membersihkan rumah akibat talang air yang putus, Aji mendadak mengalami gejala stroke. Dalam kurun satu hingga dua jam, mulut dan lidahnya kaku hingga tidak bisa berbicara. Tanpa bantuan siapa pun, ia nekat mengendarai sepeda motor menuju Puskesmas.

Dari Puskesmas, Aji langsung dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit karena masih berada dalam masa golden period penanganan stroke. Berkat penanganan cepat dan fasilitas BPJS Kesehatan, nyawanya berhasil diselamatkan.

“Alhamdulillah, saya tertolong. Semua ditangani BPJS,” ujarnya.

Pemerintah Hadir Wujudkan Renovasi Rumah Tua Tak Layak Huni Warka Jl Diponegoro Pasuruan
Plt kepala dinas perkim pemkot pasuruan, Ir Akung Novajanto MS, meninjau pembangunan bedah ruma

Kini, rumah Aji Setiawan tengah direhabilitasi dan ia tak lagi dihantui kekhawatiran berteduh di bangunan yang sewaktu-waktu bisa roboh. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulihan hidupnya.

“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Pak Camat, Pak Lurah, BPBD, Dinas Sosial, dan semua yang terlibat. Bantuan yang saya terima utuh, tidak ada potongan sepeser pun,” syukurnya. (Djoko W)