Perkuat Jejaring Vokasi, Polinema dan Politeknik Ketenagakerjaan Gelar Benchmarking TEFA

Malangpariwara.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerima kunjungan Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Prof. Dr. Sukro Wahab, M.Si., bersama jajaran pimpinan Politeknik Ketenagakerjaan pada Senin (5/1/2026).

Rombongan tersebut dipimpin oleh Direktur Politeknik Ketenagakerjaan Prof. Dr. Yoki Yulizar, M.Sc., didampingi Wakil Direktur I Bambang Wardoyo, S.E., M.M., dan Wakil Direktur III Faisal Rizza, S.H., M.H.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung AA Lantai 2 Polinema.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur I, II, dan III Polinema, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Kepala UPA LUK, serta dosen pengelola Teaching Factory (TEFA) Polinema.

Acara dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke TEFA di Jurusan Administrasi Niaga, Akuntansi, Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Kimia.

Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari upaya penguatan jejaring antarperguruan tinggi vokasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Tujuan Kegiatan

Fokus utama kegiatan ini adalah implementasi pembelajaran berbasis praktik serta pengelolaan Teaching Factory yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja.

Melalui forum tersebut, kedua institusi saling bertukar informasi, pengalaman, dan praktik baik dalam pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur I Polinema Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, S.T., M.T., Ph.D. IPM., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan dan jajaran Pimpinan Politeknik Ketenagakerjaan.

Ia menegaskan komitmen Polinema untuk terbuka dalam berbagi pengalaman dan kerja sama.

“Kegiatan benchmarking ini menjadi ruang strategis untuk saling belajar dan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi vokasi.” tuturnya.

“Polinema sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, khususnya dalam pengelolaan TEFA yang terintegrasi dengan proses pembelajaran, keterlibatan industri, serta penguatan kompetensi lulusan,” tambahnya.

Sesi diskusi yang berlangsung di Ruang Rapim membahas berbagai isu strategis terkait penguatan Teaching Factory.

Keluarga Besar Polinema dalam Kegiatan benchmarking. (Ist)

Topik yang dibahas mencakup tata kelola Teaching Factory dan implementasi kurikulum berbasis industri.

Selain itu, diskusi juga menyoroti peran dosen dan instruktur praktik serta pemanfaatan sarana dan prasarana sebagai pendukung pembelajaran berbasis produksi.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan pertukaran pandangan dan pengalaman dari para peserta.

Wakil Direktur I Polinema menekankan bahwa Teaching Factory memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

“Teaching Factory bukan hanya sarana praktik bagi mahasiswa, tetapi juga media pembelajaran yang menanamkan budaya kerja industri, meningkatkan soft skills, serta membentuk lulusan yang siap kerja, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan industri,” ungkapnya.

Manfaat Kunjungan TEFA

Dalam kunjungan ke TEFA, rombongan Politeknik Ketenagakerjaan melihat secara langsung proses pembelajaran berbasis produksi dan sistem pengelolaan Teaching Factory.

Mereka juga menyaksikan keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan produk dan jasa yang sesuai dengan standar industri.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Polinema berharap dapat memperkuat hubungan kelembagaan dengan Politeknik Ketenagakerjaan.

Selain itu, kegiatan ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan Teaching Factory dan peningkatan mutu pembelajaran vokasi.

Peluang tersebut juga mencakup kolaborasi penelitian terapan serta program pengembangan sumber daya manusia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polinema untuk terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan vokasi di tingkat nasional. (Djoko W)