Malangpariwara.com – Wisata petik jambu di Kebun Matsuri yang berlokasi di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menjadi salah satu daya tarik favorit wisatawan yang datang ke wilayah tersebut.
Kebun ini dikenal sebagai salah satu sentra jambu merah yang produktif dan mampu berproduksi secara konsisten sepanjang tahun.
Dalam satu kali masa panen, satu pohon jambu merah di kebun ini dapat menghasilkan sekitar 70 hingga 80 kilogram buah. Masa panen berlangsung hingga tiga bulan dan setelah itu pohon cukup dipangkas agar kembali berbuah tanpa menunggu waktu lama seperti tanaman apel.
Matsuri selaku pemilik kebun menjelaskan bahwa pohon-pohon jambu di Kebun Matsuri telah ditanam sejak tahun 2021 dan hingga saat ini tetap produktif tanpa ada yang mati.
“Setahu saya, di sini belum ada pohon jambu yang mati. Asal perawatannya tepat, pohon bisa terus hidup dan berbuah,” ujarnya dalam wawancara Kamis, 15/1/2025.
Keberhasilan Kebun Matsuri tidak lepas dari teknik pembungkusan buah menggunakan plastik sejak ukuran jambu masih sebesar telur.

Pembungkusan dilakukan selama kurang lebih dua bulan hingga buah siap dipanen, sekaligus menjaga kualitas dan mencegah serangan lalat buah tanpa penggunaan pestisida secara berlebihan.
Belajar Budidaya secara Otodidak
Menariknya, seluruh pengetahuan budidaya jambu di kebun ini diperoleh secara otodidak tanpa pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Meski tanpa pendampingan resmi, hasil panen Kebun Matsuri tetap berkualitas dan diminati oleh pasar.
Selain itu, jambu merah dari Kebun Matsuri diketahui memiliki biji yang cukup banyak. Menanggapi mitos bahwa jambu berbiji dapat memicu usus buntu, pemilik kebun menyarankan agar buah tersebut diolah menjadi jus agar lebih nyaman dikonsumsi.
Kebun ini juga memiliki keunggulan lain seperti panen yang dapat dilakukan setiap hari atau dua hari sekali sesuai permintaan pasar.
Dengan kondisi tersebut, petani tidak perlu menunggu panen raya karena jambu selalu tersedia. Harga jambu merah di tingkat kebun berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram, baik diambil langsung oleh pembeli maupun dijual dari rumah.
Jika dibandingkan dengan jambu kristal yang memiliki harga lebih tinggi namun jumlah buah terbatas, jambu merah di Kebun Matsuri unggul dari sisi jumlah produksi dan kontinuitas panen.
Ke depannya, pemilik kebun berharap petani jambu di wilayah Ngabab dan sekitarnya dapat lebih sering berkumpul untuk saling berbagi pengetahuan budidaya serta strategi pemasaran. Dengan demikian, kualitas produksi dan kesejahteraan petani jambu diharapkan terus meningkat. (Djoko W)






