Malangpariwara.com — Efisiensi bisnis AI kini menjadi isu utama dalam pembahasan dunia usaha Indonesia. Seiring bergesernya peran kecerdasan buatan dari sekadar inovasi teknologi menjadi fondasi kerja yang menuntut penerapan matang dan bertanggung jawab.
Secara global, tingkat adopsi AI terus mengalami peningkatan. Namun, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada keberanian berinvestasi, melainkan pada kedalaman implementasi.
Riset McKinsey mencatat, meskipun hampir seluruh perusahaan telah mengalokasikan investasi untuk AI.
Hanya sekitar satu persen yang menilai penerapan AI mereka benar-benar terintegrasi secara menyeluruh dalam operasional bisnis.
Kondisi ini menandai pergeseran fokus dari fase eksplorasi menuju tahap eksekusi yang lebih disiplin.
Lonjakan Peminat Pemanfaatan AI
Tren serupa juga tercermin di Indonesia. Sepanjang 2025, Exabytes mencatat adanya lonjakan minat pelaku usaha terhadap pemanfaatan AI, khususnya generative AI.
Tujuannya untuk mendorong efisiensi operasional dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Seiring meluasnya adopsi tersebut, semakin tampak bahwa nilai strategis AI sangat ditentukan oleh kesiapan sistem, proses kerja, serta sumber daya manusia yang mengoperasikannya.

Pendekatan ini turut diterapkan dalam operasional internal Exabytes. Pada sejumlah fungsi seperti customer insights dan quality control, penggunaan AI terbukti mampu meningkatkan produktivitas.
Bahkan hingga 90 persen melalui proses kerja yang lebih cepat, konsisten, dan berbasis data.
Sementara di sektor pemasaran, AI berperan sebagai pendukung pengembangan kreatif yang mampu memangkas waktu kerja hingga 75 persen.
Sekaligus mempercepat produksi konten tanpa mengorbankan kualitas.
“AI menjadi elemen strategis dalam mendorong transformasi cara kerja perusahaan. Dengan pendekatan yang terukur dan bertanggung jawab. AI memungkinkan tim kami berfokus pada inisiatif bernilai tinggi, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan daya saing bisnis secara berkelanjutan,” ujar Indra Hartawan, VP & Country Manager Exabytes Indonesia.
Perubahan paradigma tersebut menjadikan tahun 2026 sebagai momentum penting bagi dunia usaha untuk meninggalkan euforia teknologi semata dan memasuki fase implementasi yang lebih disiplin.
AI kini tidak lagi dipandang sebagai tren sesaat, melainkan bagian dari arsitektur bisnis modern yang menopang efisiensi, ketahanan, dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan. (Djoko W)






