Malangpariwara.com – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB) menegaskan bahwa lulusan MIPA memiliki peluang karier yang semakin luas dan lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Pimpinan Awal Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan pakta integritas pimpinan fakultas dan kepala departemen.
Dekan FMIPA UB periode 2025–2030, Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa perkembangan bidang keilmuan di MIPA membuka ruang besar.
Khususnya bagi lulusan untuk berkiprah di berbagai sektor strategis, meski sebagian program studi tergolong baru.
“Di Fakultas MIPA, contoh di Sains Data ya, Sains Data itu walaupun sekarang baru ada satu atau belum ada lulusan ya. Kalau yang itu belum ada lulusan tapi prospek kerjanya sudah besar ya di data engineer, data analisis dan sebagainya, di bagian-bagian informatika komputer dan sebagainya,” ungkapnya.
Selain sains data, bidang Teknik Geofisika disebut sebagai salah satu program studi dengan spektrum karier yang sangat luas.
Lulusannya dapat masuk ke sektor pertambangan, minyak dan gas, geothermal, kebencanaan, hingga teknik sipil dan lingkungan.
“Nah itu prospeknya banyak sekali, jadi mulai di pertambangan. Di perminyaan, di oil and gas, kemudian di geothermal, kemudian di kebencanaan, kebumian,” ujarnya.
Kiprah Alumni di Sektor Nasional dan Multinasional
Ia juga menyoroti kiprah alumni FMIPA UB yang telah menempati posisi strategis di berbagai perusahaan nasional dan multinasional.
Sejumlah alumni geofisika tercatat bekerja di perusahaan besar seperti Freeport, Pertamina, hingga SKK Migas, bahkan menduduki jabatan pimpinan.
“Alumni-alumni geofisika sekarang yang ada itu banyak yang bekerja, ada yang bekerja di Freeport. Ada yang menjadi Wakil Direktur di PT Circle Energy,” katanya pada Malang Pariwara pada Jumat (30/01/2026).
Tidak hanya geofisika, alumni dari bidang kimia dan fisika juga disebut telah menembus sektor industri pertahanan, perbankan, hingga mendirikan perusahaan dan konsultan secara mandiri.
Artikel Terkait:
FMIPA UB Perkuat Internalisasi dan Internasionalisasi, Siapkan Transformasi Kelembagaan
Menurut Prof. Sukir, hal ini menunjukkan karakter lulusan MIPA yang kuat dalam analisis, pemikiran konseptual, serta pengembangan algoritma.
“Itu yang sebenarnya ingin kita sampaikan ke masyarakat, masuk ke MIPA itu justru peluang kerjanya ketika kamu concern pada bidang tertentu akan bisa leading,” tegasnya.
Di sisi riset, FMIPA UB juga mencatat sejumlah capaian hilirisasi hasil penelitian.
Beberapa riset dosen telah menghasilkan paten dan produk yang bekerja sama dengan industri. Mulai dari kit deteksi penyakit hingga pengembangan produk berbasis bahan alam.
“Oh sudah ada beberapa paten, bahkan sudah ada yang di produk,” ucapnya.
Melalui penguatan ekosistem riset dan keterhubungan dengan industri, FMIPA UB berharap persepsi masyarakat terhadap lulusan MIPA semakin bergeser.
Tidak lagi terbatas pada dunia akademik, tetapi sebagai talenta strategis yang mampu berkontribusi nyata di berbagai sektor pembangunan. (Djoko W)






