BOGOR, 31 Januari 2026
Malangpariwara.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur berpartisipasi aktif dalam program retret jurnalistik yang digelar PWI Pusat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI).
Sebanyak tujuh wartawan PWI Jatim mengikuti kegiatan yang berlangsung di Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN) Kemenhan RI, Cibodas, Kabupaten Bogor, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.
Ketujuh peserta tersebut merupakan pengurus dan anggota PWI Jatim, yakni Lutfil Hakim (Ketua), Syaiful Anam (Sekretaris), Andy Setyawan (Bendahara), Fery Iz Mirza (Sekretaris DK). Selain itu, hadir juga Cahyono dan Sunavip Ra Indranata dari PWI Malang Raya, dan Sasmito dari PWI Bojonegoro.

Retret PWI tahun ini mengangkat tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”.
Kegiatan diikuti sekitar 160 peserta yang merupakan perwakilan PWI Pusat dan PWI Daerah dari seluruh Indonesia. Pembukaan retret dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemenhan RI, didampingi Ketua Umum PWI Pusat Achmad Munir dan Sekretaris Jenderal PWI Zulmansyah Sekedang.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPSDM membacakan sambutan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Sambutan tersebut menekankan pentingnya peran strategis pers dalam mengelola informasi serta membentuk persepsi publik sebagai bagian dari sistem ketahanan nasional.
Ketua Umum PWI Pusat, Achmad Munir, menyebut retret sebagai ikhtiar PWI membentuk insan pers yang profesional dan berintegritas. Sekaligus memperkuat kesadaran kebangsaan menghadapi disinformasi dan polarisasi.
Selama empat hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang padat, mulai dari pemaparan materi kebangsaan, integritas, hingga isu-isu strategis nasional.
Menteri Kabinet Presiden Prabowo Paparkan Materi
Sejumlah menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto hadir memberikan paparan sekaligus berdialog langsung dengan peserta.
Kedisiplinan menjadi bagian penting dalam retret ini. Aktivitas dimulai sejak dini hari dengan olahraga sebelum waktu subuh. Lalu, dilanjutkan apel pagi pukul 07.00 WIB, sesi kelas, hingga kegiatan ketangkasan dan gerak badan yang dipandu perwira Akademi Militer.
Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim menyebut kegiatan retret sangat lengkap dan memberikan pengalaman berharga.
“Materinya padat, kegiatannya disiplin, tapi tetap mengasyikkan,” ujarnya.
Menurut Lutfil Hakim yang akrab disapa Cak Item, retret memperluas wawasan kebangsaan dan integritas pribadi. Kegiatan ini juga menumbuhkan kebersamaan wartawan lintas daerah.
“Yang paling penting, kami bisa saling mengenal dan berkoordinasi untuk satu tujuan besar, yakni persatuan Indonesia,” tegasnya.
Sekretaris PWI Jatim Syaiful Anam menambahkan, istilah retret berasal dari bahasa Prancis la retraite yang berarti menyepi atau menjauhkan diri dari rutinitas.
“Dalam konteks spiritual, retret juga dimaknai sebagai momen refleksi dan perenungan,” jelasnya.
Ia menilai lokasi PKBN Kemenhan RI sangat mendukung suasana tersebut. Area seluas lebih dari 21 hektare yang dikelilingi pegunungan dan berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Bogor menghadirkan suasana sejuk, tenang, dan jauh dari kebisingan, sehingga peserta dapat fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. (Djoko W)






