Malangpariwara.com – Kota Malang terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang lebih tertib dan berkelanjutan lewat Gerakan Tempe Sabar.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai maupun laut, karena selain merusak lingkungan juga berpotensi melanggar aturan hukum.

Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi program Tempe Sabar yang diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus solusi konkret dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Program ini mendorong warga untuk mengumpulkan dan memilah sampah sejak dari rumah sebelum disalurkan ke tempat pengolahan hingga akhirnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara terstruktur.
Menurutnya, Kota Malang mendapat perhatian khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program edukasi lingkungan.
Program tersebut bertujuan membangun kesadaran bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan. Khususnya ke aliran sungai yang akan berdampak serius terhadap ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Selama ini, masih ditemukan sebagian warga yang menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Melalui gerakan Tempe Sabar, masyarakat diajak mengubah kebiasaan tersebut dengan sistem pengumpulan dan pemilahan sampah yang lebih terarah.
“Harapannya, sampah tidak lagi dibuang ke sungai. Sampah bisa dikumpulkan, dipilah, lalu disalurkan ke tempat pengolahan hingga akhirnya ke TPA secara terstruktur,” ujarnya.
Selain aspek edukasi, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali. Sehingga memiliki nilai guna maupun nilai jual, sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Pemerintah kota berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat memperkuat budaya sadar lingkungan.
“Dengan pengelolaan sampah yang optimal, Kota Malang ditargetkan menjadi contoh kota dengan sistem penanganan sampah perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,’ tadasnya. (Djoko W)






