Malangpariwara.com – Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (SBW) Kota Malang tahun buku 2025 telah diilaksanakan pada Jumat (20/2/2026). RAT SBW ini mendapat apresiasi khusus dari Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Hendra Saragih.

Ia menilai SBW sebagai contoh koperasi modern yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga sosial, budaya, dan lingkungan.
RAT yang dihadiri ratusan anggota tersebut berlangsung dinamis dan kental akan nuansa budaya. Acara dibuka dengan penampilan gamelan dan tari tradisional. Hal ini mencerminkan peran koperasi sebagai ruang pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
“Selain bicara mengenai usaha koperasi, juga diperhatikan bagaimana fungsi koperasi dalam kehidupan sosial, termasuk memajukan budaya daerah. Saya terkesan dengan apa yang dilakukan pengurus,” ujar Hendra.
Ia juga menyoroti proses regenerasi kepengurusan di SBW yang dinilai demokratis dan profesional. Calon pengurus diseleksi berdasarkan integritas, rekam jejak keuangan, hingga catatan bisnis.
“Pengurus yang terpilih nanti adalah mereka yang sudah melalui proses penilaian. Tidak bermasalah dalam keuangan, tidak memiliki catatan bisnis yang buruk, sehingga bisa mengelola koperasi dengan tenang dan aman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra mengungkapkan bahwa secara umum jumlah anggota koperasi di sejumlah daerah memang mengalami penurunan. Salah satunya yang sempat terjadi di SBW dengan penyusutan sekitar 7.000 anggota. Namun hal itu dinilai sebagai momentum refleksi untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kualitas anggota.

Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global, koperasi tetap memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat. Volume usaha koperasi nasional saat ini tercatat sekitar Rp246 triliun, meski kontribusinya terhadap perekonomian nasional masih sekitar 1,1 persen.
“Kalau dalam tiga tahun tidak ada kegiatan usaha atau pengurusnya tidak aktif, tentu akan kita evaluasi. Bisa saja diminta membubarkan diri atau difokuskan pada koperasi yang benar-benar aktif,” tegasnya.
Pemerintah Turut Mendorong Pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan
Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong pengembangan koperasi desa dan kelurahan dengan target sekitar 30 ribu unit. Diikuti dengan pembangunan fasilitas pendukung seperti gudang dan gerai usaha. Hingga kini, lebih dari seribu unit telah terealisasi.
Hendra memberikan penilaian tinggi terhadap kinerja SBW, yakni skor 8 hingga 9 dari skala 10. Ia bahkan menyebut SBW berpotensi menjadi model pendamping atau “ibu asuh” bagi koperasi lain, khususnya koperasi desa dan kelurahan yang sedang berkembang.
“Koperasi yang sudah berjalan baik seperti Setia Budi Wanita ini bisa menjadi pendamping, memberikan pelatihan bagaimana mengelola koperasi dan keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi SBW Kota Malang, Sri Untari Bisowarno, menyampaikan bahwa RAT tahun buku 2025 berjalan lancar dan memenuhi kuorum dengan kehadiran 288 anggota. Laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya diterima sekitar 99 persen anggota yang hadir.
“Alhamdulillah laporan pertanggungjawaban pengurus dapat diterima sekitar 99 persen anggota yang hadir,” katanya.
Ia menambahkan, RAT bukan sekadar forum pertanggungjawaban, tetapi juga ruang evaluasi dan perencanaan agar koperasi semakin kuat dan berkelanjutan.
“Koperasi tidak hanya bicara ekonomi, tetapi juga kebersamaan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Itu yang terus kami jaga di SBW,” ujarnya.

Dengan semangat gotong royong yang terus dipertahankan, SBW Kota Malang diharapkan mampu menjadi inspirasi koperasi modern yang tangguh menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memperkuat solidaritas masyarakat. (Djoko W)






