Hujan Bukan Penghalang, Puluhan Mantan Penyiar Radio KDS 8 Gelar Bukber dan Temu Kangen Penuh Kenangan

Malangpariwara.com — Meski rintik hujan turun sejak sore, puluhan mantan penyiar dan kru Radio KDS 8 FM era 80–90-an tetap antusias menghadiri acara temu kangen yang digelar spontan sekaligus buka bersama (bukber) pada Senin (23/02/2026).

Perjumpaan penuh nostalgia ini berlangsung di kediaman Subandi, Pondok Permata Kav 11 Tutut, kawasan Arjowinangun, Kota Malang.

Hujan yang mengguyur sejak petang tak menyurutkan langkah para alumni radio legendaris tersebut.

Justru suasana gerimis yang membasahi halaman rumah menjadi latar syahdu bagi pertemuan yang telah lama dinantikan.

Satu per satu wajah yang dahulu akrab di ruang siar kembali bersua, menghadirkan pelukan hangat, tawa lepas, dan cerita-cerita lama yang seakan tak lekang oleh waktu.

Acara ini digagas oleh Yan Aditama, Irine Suprapto, dan Soewarto OT.

Hujan Bukan Penghalang, Puluhan Mantan Penyiar Radio KDS 8 Gelar Bukber dan Temu Kangen Penuh Kenangan
Penggagas acara Soewarto OT (kiri) dan Irine Suprapto (kanan). (Djoko W)

Ketiganya mengaku rindu pada kebersamaan masa lalu ketika Radio KDS 8 menjadi salah satu media hiburan dan informasi yang dekat dengan masyarakat Malang.

Dari ruang siaran sederhana, para penyiar kala itu menghadirkan program musik, berita, dan interaksi pendengar yang membekas di hati warga.

“Sudah lama kami tidak berkumpul lengkap seperti ini. Hujan bukan alasan untuk membatalkan niat baik. Justru suasana seperti ini membuat kenangan semakin terasa,” ujar Irine Suprapto di sela acara.

Temu Kangen Kawan Lama

Sejumlah nama yang pernah menghiasi gelombang udara Radio KDS 8 tampak hadir. Di antaranya Iwan Sapuan alias Sukir, Karwawan yang telah 40 tahun mengabdi di Radio KDS 8, Ida Mawarni, Sapto Pratolo.

Dibersamai Wie Wie GV, Zulkifli, Helmy, Joly, July Trianto, Subandi, Saiful, Anwar, Ifa, Amin, serta mantan reporter Djoko Winahyu dan Wodi Sucahyo.

Hujan Bukan Penghalang, Puluhan Mantan Penyiar Radio KDS 8 Gelar Bukber dan Temu Kangen Penuh Kenangan
Suasana hangat pertemuan mantan kru KDS 8 dalam acara temu kangen dan buka bersama. (Djoko W)

Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya ikatan emosional yang terjalin sejak puluhan tahun silam.

Tak sekadar berbuka puasa bersama, acara juga diisi dengan doa dan penghormatan khusus bagi rekan-rekan yang telah berpulang.

Dalam suasana khidmat, para alumni memanjatkan doa untuk almarhum dan almarhumah mantan penyiar serta kru Radio KDS 8 yang telah lebih dahulu meninggalkan mereka.

Momen tersebut menjadi pengingat akan perjalanan panjang dan kontribusi para insan radio dalam membangun dunia penyiaran lokal.

Hujan Bukan Penghalang, Puluhan Mantan Penyiar Radio KDS 8 Gelar Bukber dan Temu Kangen Penuh Kenangan
Panjat doa bersama dikhususkan untuk kerabat KDS 8 yang telah berpulang. (Djoko W)

Yan Aditama menambahkan, pertemuan sederhana ini bukan hanya ajang nostalgia. Tetapi juga bentuk penghargaan terhadap sejarah dan kebersamaan yang pernah mereka bangun.

“Kami ingin silaturahmi ini terus terjaga. Semoga ke depan bisa menjadi agenda rutin, agar persaudaraan ini tetap hidup,” ungkapnya.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan pergeseran media ke platform digital, kisah kebersamaan para mantan penyiar Radio KDS 8 menjadi potret hangat tentang loyalitas.

Juga persahabatan dan kecintaan terhadap dunia radio. Hujan yang turun malam itu pun seolah menjadi saksi, bahwa kenangan indah tak pernah benar-benar pudar oleh waktu.

Tuan Rumah Subandi merasa bersyukur rumahnya menjadi saksi para legendaris Radio teman sejawat berkumpul bersama dalam suasana hangat.

“Terimakasih teman teman bisa menghadiri undangan kami selanjutnya mari kita jalin bersama silaturahmi ini jangan sampai pustus,” pungkasnya. (Djoko W)