Malangpariwara.com – Mahasiswa Teknik Kimia Univeritas Brawijaya (UB) berhasil melaju hingga Grand Final pada ajang Chemical Engineering Universe (CHEVERSE) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina pada (14/2/2026).
Delegasi UB, Tim Perwira Agak Laen yang beranggotakan Ahmad Hisyam Shidqi dan Kevin Ainal Rizki Fadillah berhasil meraih juara ketiga. Mereka harus bersaing dengan tim dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di bawah bimbingan Ir. Diah Agustina Puspitasari, S.T., M.T., Ph.D, tim ini mengangkat karya ilmiah yang berkaitan dengan isu transisi energi nasional.
Penelitian mereka berjudul “Pemanfaatan Limbah TKKS Menjadi Bioetanol: Evaluasi Metode Simultaneus Sacharification and Fermentation (SSF) dalam Skala Pabrik Sebagai Penunjang Keberlanjutan dan Pengoptimalan Sumber Energi”.
Karya tersebut menitikberatkan pada simulasi proses industri guna mendukung program mandatori E10 di Indonesia.
Analisis dilakukan dengan memanfaatkan perangkat lunak Aspen Plus V14 untuk membandingkan metode Simultaneous Saccharification and Fermentation (SSF) dan Separate Hydrolysis and Fermentation (SHF). Perbandingan tersebut dilakukan dari sisi hasil produksi, efisiensi energi, serta aspek ekonomi.
“Kami berupaya mencari metode yang paling optimal secara teknis dan ekonomis agar pemanfaatan limbah sawit menjadi bioetanol dapat diimplementasikan secara nyata di industri,” kata Kevin.
Inovasi yang dikembangkan tim ini juga berkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).
Pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) sebagai bioetanol mendukung pengembangan energi bersih dan inovasi di sektor industri. Selain itu, pemanfaatan tersebut juga mendorong penerapan ekonomi sirkular serta membantu mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi.
Keberhasilan menembus babak final CHEVERSE 2026 menunjukkan kemampuan mahasiswa Teknik Kimia UB dalam bersaing di bidang riset teknologi.
Pencapaian ini juga menjadi bukti kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi energi berkelanjutan bagi masa depan Indonesia. (Djoko W)






