Malangpariwara.com – Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur, Hikmah Bafaqih, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2025–2026 yang dikemas dalam acara “Jagongan Bareng” bersama anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang tersebut dihadiri jajaran struktur Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tingkat PAC dan ranting se-Klojen, serta tim pemenangan Arif Wahyudi, SH dan Hikmah Bafaqih, M.Pd.

Pentingnya Reses Bagi Anggota Legislatif
Dalam kesempatan itu, Hikmah Bafaqih menyampaikan bahwa masa reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk turun langsung ke masyarakat guna menyerap berbagai aspirasi dan masukan dari konstituen.
“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung berbagai persoalan di masyarakat, sekaligus memperkuat komunikasi dengan struktur partai dan para kader di tingkat bawah,” ujarnya.
Persoalan Masyarakat Turut Dibahas
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan yang tengah menjadi perhatian masyarakat turut dibahas. Salah satunya terkait penghentian kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) serta program RT Berkelas di Kota Malang.
Menurut Hikmah, pemutusan kepesertaan PBI terjadi karena adanya penyesuaian anggaran di tingkat nasional yang berdampak pada kepesertaan sejumlah masyarakat.
“Memang ada jutaan peserta PBI yang diputus dari APBN karena anggaran BPJS Kesehatan mengalami defisit. Namun masyarakat tidak perlu khawatir, terutama bagi daerah yang sudah menerapkan program Universal Health Coverage (UHC). Warga masih bisa melakukan pendaftaran ulang untuk mengaktifkan kembali kepesertaannya,” jelasnya.
Selain itu, persoalan program RT Berkelas juga menjadi perhatian. Beberapa warga menyampaikan kegelisahan terkait dugaan tidak adanya penyesuaian harga pasar terhadap barang atau kebutuhan yang diajukan oleh RT maupun RW.
Menanggapi hal tersebut, Hikmah menegaskan bahwa anggota Fraksi PKB harus bersikap kritis dan aktif mengawal kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
“Fraksi PKB harus kritis dalam melihat persoalan ini agar program yang ada benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Pentingnya Sinergi Wakil Rakyat
Sementara itu, Arif Wahyudi menegaskan pentingnya sinergi antara wakil rakyat di tingkat kota dan provinsi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang intens antara kader partai dan para wakil rakyat akan memperkuat perjuangan dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap aspirasi yang disampaikan dalam forum seperti ini dapat kami perjuangkan bersama, baik di DPRD Kota Malang maupun di DPRD Provinsi Jawa Timur,” kata Arif.

Dalam dialog yang berlangsung santai namun penuh keakraban tersebut, sejumlah aspirasi masyarakat turut disampaikan. Mulai dari persoalan pembangunan wilayah, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan peran kader dalam mendukung program-program pembangunan.
Melalui kegiatan Jagongan Bareng ini, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih kuat antara wakil rakyat, struktur partai, dan masyarakat. Sehingga berbagai aspirasi yang berkembang di tingkat akar rumput dapat diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun provinsi.
“Komunikasi antar lembaga legislatif maupun eksekutif di PKB sudah merupakan hal yang selalu dilakukan. Di DPP sendiri mempunyai forum resmi menjalin komunikasi dan kerjasama antar kepala Daerah maupun legislatif. Dan kalau komunikasi dan koordinasi serta kerjasama saya dengan anggota DPRD Provinsi maupun DPR-RI Dapil Malang Raya secara intens terus kami lakukan baik secara formal maupun informal,” tanda Arief Wahyudi (AW). (Djoko W)






