Malangpariwara.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan diwujudkan oleh Malang Autism Center (MAC) melalui program sosial Nasi Berkah Ramadan.
Tidak sekadar membagikan makanan berbuka puasa kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana pelatihan keterampilan bagi anak-anak autisme yang belajar di pusat terapi tersebut.

Program yang digagas oleh founder MAC, Cahyadi, telah berjalan selama empat tahun terakhir. Di mana tidak hanya dilaksanakan saat Ramadan, tetapi juga rutin digelar melalui program Jumat Berkah.
Sejak pertama kali digelar pada 2023, jumlah paket yang dibagikan terus meningkat setiap tahunnya.
Pada tahun pertama, sekitar 1.100 kotak nasi berkah berhasil disalurkan kepada masyarakat. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.200 paket pada 2024, kemudian melonjak hingga 11.000 paket pada 2025.
Memasuki Ramadan 2026 yang menjadi tahun keempat pelaksanaan program ini, kegiatan berbagi digelar dengan skala yang lebih besar.
Selama Ramadan tahun ini, sekitar 1.700 paket nasi berkah disiapkan setiap hari untuk dibagikan kepada masyarakat.
Hingga selama pelaksanaan program, total distribusi nasi berkah tercatat telah mencapai sekitar 27.000 paket.
Paket makanan tersebut dibagikan setiap hari ke sekitar 30 masjid di berbagai wilayah Malang untuk membantu menyediakan menu berbuka puasa bagi para jamaah.
Pelatihan Anak Autisme

Menariknya, seluruh proses produksi nasi berkah dilakukan dengan melibatkan anak-anak autisme yang berada di bawah pendampingan terapis.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pelatihan life skill yang dijalankan di MAC.
Para siswa dilatih untuk terlibat dalam berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari menyiapkan bahan makanan, proses memasak, hingga pengemasan dan distribusi.
Melalui kegiatan tersebut, mereka tidak hanya belajar keterampilan praktis, tetapi juga dilatih untuk bekerja sama, memahami tanggung jawab, serta meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.
Inovasi Baru MAC
Pada Ramadan tahun ini, MAC juga menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan produk air minum dalam kemasan bernama MAC Water.
Proses pengemasan produk tersebut juga menjadi bagian dari kegiatan pelatihan bagi anak-anak autisme yang mengikuti program di pusat tersebut.
Dalam pelaksanaannya, sekitar 10 anak terlibat langsung setiap hari dengan pembagian tugas yang berbeda.
Ada yang membantu persiapan bahan makanan, memasak, mengemas nasi berkah, hingga mengisi dan mengemas MAC Water.

Program Nasi Berkah dan MAC Water menjadi langkah MAC dalam mengembangkan konsep learning center atau pusat pelatihan keterampilan bagi anak-anak autisme.
Melalui kegiatan ini, para siswa diberi ruang untuk belajar sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pihak MAC juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan berbagai pihak yang telah mendukung terlaksananya program Nasi Berkah Ramadan tahun ini.
Dukungan tersebut dinilai sangat penting agar kegiatan berbagi kepada masyarakat sekaligus program pelatihan bagi anak-anak autisme dapat terus berjalan dan berkembang.
Melalui program ini, MAC berharap masyarakat semakin memahami bahwa anak-anak autisme memiliki potensi besar untuk berkembang dan berkontribusi apabila mendapatkan kesempatan, ruang belajar, serta pendampingan yang tepat.
Semangat berbagi itu dirangkum dalam pesan sederhana: “Satu nasi, seribu doa, mengalirkan keberkahan.” (Djoko W)






