Tarawih Spesial di Masjid Raden Patah UB, Anies Baswedan Soroti Krisis Integritas

Malangpariwara.com – Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP) menggelar tarawih spesial bertajuk Meneguhkan Hati dan Integrasi di Persimpangan Global bersama Anies Rasyid Baswedan, Selasa malam (11/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang utama masjid tersebut dihadiri mahasiswa dan jamaah dari berbagai kalangan.

Dalam tausiyahnya, Anies menyoroti persoalan integritas yang menurutnya masih menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia.

“Integritas ini menjadi persoalan. Jangan membayangkan integritas urusan nanti kalau sudah punya posisi. Integritas mulainya di rumah, di kampus, di organisasi. Integritas itu dibiasakan, memimpin tanpa memanfaatkan jabatan, menulis laporan dengan jujur, dani menepati janji,” ujar Anies.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak individu yang memiliki integritas kuat sekaligus stamina fisik, moral, dan intelektual.

“Melewati jalan lurus bisa melelahkan, kalah, bahkan gagal. Tapi, disitu sesungguhnya kita ditempa dan di glembeng untuk meneguhkan diri,” tambah Anies.

Dialog dengan Audiens

Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan sesi dialog bersama audiens.

Sejumlah peserta menyampaikan berbagai keresahan yang mereka hadapi, salah satunya terkait derasnya arus informasi di media sosial yang kerap menimbulkan kebingungan.

“Benteng terkuat menghadapi banjir informasi dan disinformasi yakni berpikir kritis. Orang menyebarkan hoax karena informasi yang didapat tidak dikritisi. Kemampuan berpikir kritis menjadi kapasitas pembelajaran di masa depan. Orang yang berpikir kritis akan melihat sesuatu dari sisi lain, memunculkan pertanyaan yang jujur dan tidak terpikirkan,” jawab Anies.

Keresahan lain datang dari pertanyaan tentang bagaimana menjaga integritas ketika memasuki dunia kerja yang sering kali jauh dari nilai-nilai tersebut.

Menanggapi hal itu, Anies membagikan sebuah rumus mengenai kepercayaan.

K (kepercayaan) = K1 (kompetensi) + I (Integritas) + K2 (kedekatan) – KP (kepentingan pribadi).

“Seseorang yang berprestasi dan punya integritas yang tinggi, namun mencampurkan kepentingan pribadinya, maka ia akan kehilangan kepercayaan orang lain. Kita diikuti oleh masyarakat karena dipercaya,” tambah Anies.

Selain itu, ia juga menjawab kekhawatiran peserta mengenai potensi kriminalisasi yang bisa menimpa pejabat publik saat menjalankan tugas.

“Cara melindungi diri dari kriminalisasi yaitu mengikuti SOP. Sehingga, ruang kriminalisasi sangat kecil.”

Di akhir sesi, Anies berpesan kepada generasi muda agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan sumber daya manusia di tingkat global, serta memanfaatkan teknologi secara produktif.

“Di masa mendatang akan terjadi integrasi pasar global. Kompetitor kalian bukan hanya alumni almamater yang sama, tapi dari seluruh dunia. Lulusan luar negeri yang membawa pengetahuan baru, jaringan global, dan kemampuan berbahasa internasional. Sehingga, ayo manfaatkan ponsel ini untuk membangun masa depan, bukan merawat masa lalu,” tutur Anies. (Djoko W)