UB Santuni 570 Anak Yatim dari 57 Lembaga di Malang Raya Saat Ramadan

Malangpariwara.com – Universitas Brawijaya (UB) melalui Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengembangan Karakter dan Pembinaan Keagamaan (UPT PKPK) menggelar kegiatan santunan bagi ratusan anak yatim dari berbagai lembaga di Malang Raya. Dilaksanakan di Masjid Fatah UB, Rabu (11/3/26).

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan ini menjadi bagian dari upaya kampus berbagi kebahagiaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

Kepala UPT PKPK UB, Dr. Mohamad Anas, M.Phil, menjelaskan bahwa pada tahun ini kegiatan santunan melibatkan puluhan lembaga yatim dari berbagai wilayah di Malang Raya.

UB Santuni 570 Anak Yatim dari 57 Lembaga di Malang Raya Saat Ramadan
Kepala UPT PKPK UB, Dr. Mohamad Anas, M.Phil. (Djoko W)

“Tahun ini kegiatan santunan melibatkan 57 lembaga yatim di Malang Raya. Dari masing-masing lembaga kami mengundang sekitar 10 anak, sehingga total ada sekitar 570 anak yatim yang hadir,” ujarnya.

Santunan Anak Yatim jadi Agenda Tahunan UB

Menurut Anas, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah lama dilaksanakan oleh unit pembinaan keagamaan di lingkungan kampus. Santunan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada anak-anak yang telah kehilangan orang tua.

Setiap anak yatim yang hadir menerima bantuan sebesar Rp200 ribu. Dana santunan tersebut berasal dari dana sosial universitas yang setiap tahun dialokasikan untuk kegiatan kemasyarakatan.

“Nilainya memang tidak besar, tetapi mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi adik-adik kita yang membutuhkan,” tambahnya.

Kegiatan santunan ini juga dihadiri jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P. serta mantan Rektor UB Nuhfil Hanani. Kehadiran para pimpinan kampus tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

UB Santuni 570 Anak Yatim dari 57 Lembaga di Malang Raya Saat Ramadan (4)
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P. (Djoko W)

Prof. Imam Santoso menjelaskan bahwa proses penyaluran santunan dilakukan secara selektif dengan memastikan lembaga penerima telah terverifikasi secara administratif.

“Kami melakukan seleksi untuk memastikan bahwa lembaga yang menerima santunan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi. Misalnya memiliki legalitas atau izin, sehingga penyaluran bantuan jelas dan terverifikasi,” ujarnya.

UB Santuni 570 Anak Yatim dari 57 Lembaga di Malang Raya Saat Ramadan
Proses pemberian santunan kepada anak yatim. (Djoko W)

Ia menambahkan, ke depan universitas juga berencana memperluas cakupan wilayah penerima santunan agar semakin banyak lembaga sosial yang dapat merasakan manfaat kegiatan tersebut.

Buka Bersama dan Taraweh Jadi Bagian dari Acara

Selain santunan, kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama bagi para anak yatim yang hadir. Suasana kebersamaan tersebut diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Anas menuturkan bahwa selama Ramadan berbagai kegiatan keagamaan juga rutin digelar di lingkungan kampus, seperti ceramah menjelang salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta pembinaan keagamaan bagi sivitas akademika.

UB Santuni 570 Anak Yatim dari 57 Lembaga di Malang Raya Saat Ramadan
Masjid Fatah UB yang dipenuhi anak yatim dari berbagai lembaga se-Malang Raya. (Djoko W)

Sementara itu, Prof. Imam menilai kegiatan santunan memiliki nilai penting dalam menumbuhkan kepedulian sosial, terutama bagi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademik.

“Universitas sebagai lembaga publik harus memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini kita membantu masyarakat kurang mampu dan anak-anak yatim. Ini adalah wujud solidaritas kita sebagai sesama manusia, terutama di bulan Ramadan,” jelasnya.

Dana kegiatan tersebut berasal dari berbagai sumber, termasuk dukungan universitas serta kontribusi dari para donatur dan sivitas akademika.

Melalui kegiatan ini, Universitas Brawijaya berharap nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi dapat terus tumbuh di lingkungan kampus serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim di Malang Raya. (Djoko W)